Sebelum banjir, warga juga sudah men-stok air bersih beberapa tangki untuk memenuhi kebutuhan air, namun itu hanya bertahan sampai tiga hari. Dan sekarang, persediaan air sudah habis. Begitu juga di masjid dan mushala di mana warga, tidak bisa untuk berwudhu karena tidak ada air.
Pihaknya berharap, pemerintah bisa memberikan solusi terhadap keluhan masyarakat tersebut. Karena jika tidak, mereka khawatir ini kondisi ini akan diperparah dengan penyakit seperti Inspeksi Pernafasan Saluran Akut (ISPA), batuk, diare, penyakit kulit dan sebagainya, yang akan muncul di kemudian hari.
Baca juga :Ringankan Penderitaan Korban Bencana, Polri Kirim Bantuan ke Aceh, Sumut dan Sumbar
Warga Kasai lainnya, Syaiful juga menyebut hal yang sama. Di mana, akibat banjir ini hampir seluruh aktivitas warga lumpuh total. Bahkan, sekolah seperti SMA 2 Batang Anai, SMPN 4 Batang Anai dan SDN 27 Batang Anai juga juga terpaksa diliburkan. Karena genangan air sudah masuk ke dalam kelas.
Diakui, banjir ini, juga membuat sejumlah peralatan rumah tangga warga terendam air. Dan tidak sedikit kerugian yang diderita warga. Untuk itu, dirinya meminta kepada pihak pemerintah untuk segera melakukan langkah-langkah pemulihan kondisi warga pascabencana.






