“Harapan masyarakat kepada pemerintah daerah saat ini adalah warga butuh air bersih. Karena, sejak banjir air PDAM sudah tidak mengalir lagi. Dan warga di sini juga sangat bergantung kepada air PDAM,” pintanya.
Camat Batang Anai, Zulbasri juga tidak menampik persoalan tersebut. Pasalnya, bencana melanda tidak hanya di satu titik, namun hampir menyeluruh. Dan saat ini, pemerintah juga keterbatasan dengan sarana dan prasarana.
“Saat ini memang ada mobil damkar dan PDAM Padang Pariaman yang diperbantukan untuk membersihkan sisa-sisa lumpur. Namun tentunya tidak semuanya bisa langsung ter-cover sekaligus, karena jumlahnya terbatas. Tentunya diprioritaskan dulu mana yang paling mendesak,” ujarnya.
Baca juga :Pastikan Layanan Kesehatan Warga, Menkes Tinjau Posko Banjir Lubuk Minturun
Dan saat ini, mobil damkar tersebut berkerja membersihkan sisa-sisa lumpur di Kaliaia Pasar Usang. Di mana, di sana juga ada sejumlah akses publik yang sangat dibutuhkan agar tidak ada titik-titik yang terisolasi.
Terkait dampak bencana ini, pihaknya saat ini masih melakukan pendataan. Karena, dari delapan kenagarian yang ada di Batang Anai, rata-rata mendapati musibah. Dan pihaknya juga sudah meminta kepada wali nagari untuk melakukan komunikasi dengan sejumlah pihak perusahaan yang ada lingkungan masing-masing agar bisa ikut berpartisipasi dalam membantu meringankan beban penderitaan masyarakat.
Dua orang meninggal






