Agam  

Banjir Bandang dan Longsor di Agam, Bukti Kerentanan Infrastruktur dan Kesiapsiagaan

Agam, Sindotime-Bencana banjir bandang dan rangkaian longsor yang melanda Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, memperlihatkan betapa rentannya jaringan akses dan mitigasi bencana di wilayah Sumatera Barat. Desa tersebut terisolasi total setelah seluruh jalur darat ambruk diterjang material banjir, menyulitkan upaya penyelamatan yang tengah dikejar sebelum kondisi cuaca kembali memburuk.

Akses Terputus, Evakuasi Bergantung Cuaca

Hingga kini, ratusan penduduk masih dinyatakan hilang, sementara proses evakuasi hampir sepenuhnya mengandalkan transportasi udara. Pada Sabtu (29/11), Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, bersama Kapolda Sumbar Irjen Gatot Tri Suryanta, Bupati Agam Benni Warlis, serta unsur TNI, Polri, dan tim SAR gabungan, melakukan peninjauan udara menggunakan helikopter karena akses darat tidak dapat dilalui.

Baca juga :Korban Bencana Sumbar Tembus 148 Orang, 86 Orang Masih dalam Pencarian

Kunjungan tersebut berfokus pada percepatan penyaluran logistik, pemetaan kerusakan, dan penguatan komando tanggap darurat. Di lapangan, belasan jenazah belum bisa dievakuasi keluar desa dan sementara disemayamkan di halaman masjid menunggu pembukaan akses.

Dua jenazah tak dikenal telah dievakuasi menggunakan helikopter ke RS Bhayangkara Padang untuk proses identifikasi. Vasko menegaskan bahwa operasi pencarian tidak akan dihentikan sampai seluruh warga terdampak terkonfirmasi keberadaannya.