Korban Tewas di Agam Capai 74 Orang, 78 Orang Masih Dalam Pencarian

DIEVAKUASI : Tim BPBD Agam berjibaku mengevakuasi korban banjir di Salareh Aia, Pelambayan, Agam.(bpbd agam)

Agam, Sindotime-Upaya pemerintah Kabupaten Agam dalam menangani dampak banjir bandang dan longsor terus dipacu seiring meluasnya kerusakan yang ditimbulkan bencana hidrometeorologi tersebut. Laporan terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menunjukkan bahwa kejadian yang melanda banyak wilayah ini menimbulkan korban jiwa serta kerusakan infrastruktur dalam skala besar.

Kepala BPBD Agam, Rahmad Lasmono, mengungkapkan bahwa jumlah korban meninggal telah mencapai 74 orang, sementara 78 warga lainnya masih dicari oleh tim SAR gabungan. Menurut pemaparan Rahmad pada Jumat (27/11), mayoritas korban berasal dari kawasan yang paling parah diterjang galodo, yaitu Kecamatan Palembayan dengan 60 korban meninggal. Selain itu, 10 korban ditemukan di Malalak, 2 korban dari banjir di Tanjung Raya, serta masing-masing 1 korban di Palupuh dan Matur.

Baca juga : Siklon Tropis Senyar Melemah, Namun Potensi Cuaca Ekstrem Masih Ada

Di samping menangani korban jiwa, pemerintah daerah juga melakukan langkah cepat untuk mengevakuasi warga yang tinggal di zona rawan. Di Malalak, sebanyak 135 kepala keluarga (KK) telah direlokasi ke tempat pengungsian. Pemindahan serupa dilakukan di Kecamatan Matur dengan jumlah 300 KK, diikuti 43 KK di Palembayan, 75 KK di Ampek Nagari, dan 30 KK dari wilayah Palupuah.

Kerusakan infrastruktur yang tercatat juga cukup signifikan. BPBD melaporkan 49 unit rumah mengalami kerusakan berat, 26 rumah rusak sedang, dan 468 rumah rusak ringan. Tidak hanya fasilitas pemukiman, bencana ini turut memengaruhi sektor pendidikan, dengan 55 sekolah terdampak akibat banjir dan longsor.