SINDOTIME.COM-Pembangunan Flyover Panorama I Sitinjau Lauik di jalur strategis Padang–Solok terus dikebut. Hingga 25 Mei 2026, progres konstruksi proyek tersebut telah mencapai 18,755 persen, sementara seluruh proses pengadaan lahan telah diselesaikan. Capaian ini menjadi modal penting untuk mempercepat tahapan pekerjaan berikutnya sekaligus menjaga proyek tetap berjalan sesuai target yang ditetapkan.
Perkembangan proyek tersebut mendapat perhatian dari Kementerian PPN/Bappenas yang melakukan kunjungan lapangan ke lokasi pembangunan pada Kamis (4/6). Peninjauan dilakukan untuk memantau langsung pelaksanaan konstruksi, mengevaluasi kemajuan pekerjaan, serta memastikan berbagai kebutuhan pendukung proyek dapat terpenuhi agar pembangunan berlangsung lancar.
Flyover Panorama I Sitinjau Lauik yang dikerjakan PT Hutama Panorama Sitinjau Lauik (HPSL) merupakan salah satu proyek infrastruktur prioritas nasional di Sumatera Barat. Kehadirannya dirancang untuk mengatasi persoalan keselamatan di kawasan Sitinjau Lauik yang selama ini dikenal sebagai salah satu ruas jalan dengan medan terjal, tikungan tajam, dan tingkat kecelakaan yang relatif tinggi.
Selain meningkatkan faktor keselamatan, pembangunan flyover ini juga diharapkan memperkuat konektivitas antarwilayah di Sumbar. Infrastruktur tersebut diproyeksikan mampu memperlancar arus transportasi orang maupun barang sehingga mendukung efisiensi distribusi logistik dan aktivitas perekonomian daerah.
Deputi Bidang Infrastruktur Kementerian PPN/Bappenas, Abdul Malik Sadat Idris, menegaskan bahwa proyek Flyover Panorama I memiliki nilai strategis karena berperan ganda, yakni meningkatkan keamanan perjalanan sekaligus memperkuat aksesibilitas wilayah. Menurutnya, pembangunan infrastruktur transportasi yang andal akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan mobilitas masyarakat dan kelancaran distribusi barang.
“Flyover Panorama I memiliki peran penting dalam meningkatkan keselamatan pengguna jalan pada koridor Padang–Solok sekaligus mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi wilayah. Kami ingin memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana serta memperoleh dukungan yang diperlukan agar manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat,” ujar Abdul Malik.






