Opini

Refleksi 98 Tahun Sumpah Pemuda : Menjadi Pemuda Patriotik, Gigih, Berempati untuk Indonesia Emas 2045

×

Refleksi 98 Tahun Sumpah Pemuda : Menjadi Pemuda Patriotik, Gigih, Berempati untuk Indonesia Emas 2045

Sebarkan artikel ini
(foto : pemkab padang pariaman)

Oleh : Zahirman Kadar

(Mantan Ketua DPD KNPI Kabupaten Padang Pariaman Periode 2008–2012)

 

SINDOTIME.COM – SETIAP tanggal 28 Oktober, bangsa Indonesia kembali mengenang sebuah peristiwa bersejarah yang menjadi tonggak penting perjalanan bangsa, yakni lahirnya Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928. Pada tahun 2026 ini, kita memperingati 98 tahun Sumpah Pemuda, sebuah momentum untuk merefleksikan kembali peran, tanggung jawab, dan kontribusi generasi muda dalam menjaga persatuan, memperkuat karakter kebangsaan, serta mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.

Sumpah Pemuda bukan sekadar peristiwa sejarah yang diperingati setiap tahun. Ia merupakan ikrar kebangsaan yang menyatukan pemuda dari berbagai latar belakang suku, agama, bahasa, dan daerah dalam satu tekad: bertumpah darah satu, berbangsa satu, dan menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.

Hampir satu abad telah berlalu sejak ikrar itu diucapkan. Tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia tentu telah berubah. Jika dahulu pemuda berjuang melawan kolonialisme demi kemerdekaan, kini generasi muda menghadapi tantangan globalisasi, disrupsi teknologi, persaingan sumber daya manusia, ketimpangan sosial, krisis lingkungan, serta ancaman lunturnya nilai-nilai persatuan dan solidaritas.

Baca Juga  Hasil Uji Kualitas Udara di Sekitar TPA Ladang Laweh : Masih Aman, Namun Tingkat Kebisingan Perlu Diwaspadai

Karena itu, refleksi 98 tahun Sumpah Pemuda harus menjadi lebih dari sekadar seremoni. Momentum ini harus membangkitkan kesadaran kolektif bahwa masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh kualitas karakter, kapasitas, dan kontribusi generasi mudanya.

Dalam konteks itulah, tema “Menjadi Pemuda Patriotik, Gigih, Berempati untuk Indonesia Emas 2045” menemukan relevansinya.

Patriotik: Mencintai Indonesia dengan Karya dan Pengabdian

Menjadi pemuda patriotik bukan hanya berarti mencintai tanah air melalui simbol, slogan, atau upacara kebangsaan. Patriotisme sejati harus diwujudkan melalui tindakan nyata, integritas, kepedulian terhadap kepentingan bangsa, serta kesediaan mengambil bagian dalam menyelesaikan persoalan masyarakat.

Pemuda patriotik adalah mereka yang bangga terhadap identitas bangsanya, menjaga persatuan di tengah perbedaan, menghormati keberagaman, dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi bohong maupun ujaran kebencian. Mereka mampu memanfaatkan kemajuan teknologi untuk menyebarkan pengetahuan, membangun inovasi, serta memperkuat semangat kebangsaan.

Baca Juga  Kenapa Sirene dan Rotator Sering Ditolak Masyarakat?

Dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara, patriotisme juga berarti berani melawan korupsi, menolak ketidakadilan, menjaga lingkungan, dan memperjuangkan kesempatan yang setara bagi setiap warga negara.

Bagi pemuda di daerah, termasuk di Kabupaten Padang Pariaman, patriotisme dapat diwujudkan dengan mengembangkan potensi nagari, membangun kewirausahaan, meningkatkan kualitas pendidikan, menggerakkan kegiatan sosial, serta melestarikan adat dan budaya Minangkabau tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia.

Kita membutuhkan pemuda yang tidak hanya bangga menjadi bagian dari Indonesia, tetapi juga bersedia berbuat sesuatu untuk kemajuan Indonesia. Sebab, kecintaan kepada tanah air akan kehilangan maknanya apabila tidak disertai tanggung jawab dan pengabdian.