SINDOTIME.COM – Pertandingan cabang olahraga (cabor) soft tenis pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026 resmi bergulir di Lapangan Tenis GOR Rajo Bujang, Kota Pariaman, Kamis (8/10/2026). Ada sebanyak 100 atlet dari 13 kabupaten/kota ambil bagian dalam kompetisi yang dijadwalkan berlangsung hingga 12 Oktober 2026 tersebut.
Dimulainya pertandingan ditandai dengan servis perdana oleh Wali Kota Pariaman, Yota Balad, yang disambut oleh Sekretaris Umum KONI Sumatera Barat, Anandya Dipo Pratama.
Technical Delegate (TD) Soft Tenis Porprov XVI Sumbar, Prof. Dr. Damrah, dalam laporannya menyebutkan, kompetisi kali ini melibatkan 50 orang ofisial yang mendampingi para atlet dari berbagai daerah peserta.
“Pertandingan berlangsung 8 sampai 12 Oktober 2026. Persiapan venue sudah dilakukan sejak dua bulan lalu,” ujar Damrah saat acara pembukaan.
Ia memastikan kesiapan penyelenggaraan tidak hanya mencakup fasilitas pertandingan, tetapi juga perangkat teknis yang akan mendukung kelancaran kompetisi. Para wasit yang ditugaskan merupakan tenaga profesional yang telah menjalani pelatihan serta penyegaran sebelum bertugas.
Pada hari pertama, panitia menargetkan seluruh pertandingan babak penyisihan nomor tunggal putra dan putri dapat dituntaskan. Kompetisi kemudian berlanjut ke babak semifinal dan final pada hari kedua.
Pembukaan soft tenis tersebut turut dihadiri Ketua PB Porprov XVI Sumbar Editiawarman, Sekum KONI Sumbar Anandya Dipo Pratama, Ketua KONI Kota Pariaman Edison TRD, unsur Forkopimda Kota Pariaman, serta jajaran pengurus KONI kabupaten/kota dan pengurus cabang olahraga se-Sumatera Barat.
Dalam kesempatan itu, Ketua PB Porprov XVI Sumbar, Editiawarman, mengungkapkan bahwa penyelenggaraan Porprov tahun ini melewati berbagai tantangan sebelum akhirnya dapat direalisasikan.
Salah satu kendala yang dihadapi berkaitan dengan proses pencairan anggaran daerah melalui APBD Perubahan. Meski demikian, sinergi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, para kepala daerah, KONI Sumbar, KONI kabupaten/kota, serta pengurus provinsi masing-masing cabang olahraga menjadi faktor penting dalam menyukseskan pelaksanaan ajang tersebut.
“Prinsipnya bagaimana Porprov ini terlaksana dengan segala keterbatasan, tetapi mampu melepas kerinduan para atlet untuk bertanding di Porprov,” tutur Editiawarman.
Ia mengungkapkan, ketidakpastian mengenai pelaksanaan Porprov sebelumnya sempat memunculkan kesedihan di kalangan atlet. Bahkan, sejumlah atlet dikatakannya sempat menangis dan berharap pesta olahraga tingkat provinsi itu tidak kembali batal digelar.
Kini, keinginan para atlet untuk kembali merasakan persaingan di ajang olahraga terbesar tingkat Sumbar tersebut akhirnya terwujud melalui kerja sama berbagai pihak.











