Pasaman Barat

Air Bersih Pascabencana Pasbar Mulai Dipulihkan

×

Air Bersih Pascabencana Pasbar Mulai Dipulihkan

Sebarkan artikel ini

[contact-form][contact-field label=”Nama” type=”name” required=”true” /][contact-field label=”Surel” type=”email” required=”true” /][contact-field label=”Situs web” type=”url” /][contact-field label=”Pesan” type=”textarea” /][/contact-form]

SINDOTIME.COM—Pemerintah pusat menggelontorkan bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi sekitar Rp80 miliar untuk memulihkan jaringan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kabupaten Pasaman Barat.

Bantuan itu, sebelumnya akibat bencana hidrometeorologi akhir 2025 lalu.

Program dari Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya tersebut difokuskan pada pemulihan jaringan air bersih dan sanitasi di sejumlah wilayah terdampak bencana.

Direktur Perumda Air Minum Tirta Gemilang Pasbar, Sahrizal mengatakan, kerusakan akibat bencana menyebabkan terganggunya layanan air bersih masyarakat di beberapa kecamatan.

Baca Juga  Pasbar Siap Jadi Tuan Rumah Grasstrack dan Arung Jeram di Porprov, Najjar Lubis : Malu Jika Tak Sukses

“Bencana akhir tahun lalu menyebabkan kerusakan fasilitas umum, termasuk jaringan distribusi air bersih,” katanya didampingi Kabag Teknik Eko Hariadi dan Kabag Administrasi dan Keuangan, Jamanir Selasa (12/5).

Dia menjelaskan, total anggaran penanganan SPAM pascabencana tahun 2026 mencapai sekitar Rp80 miliar.

Anggaran itu dialokasikan untuk tiga lokasi utama, yakni SPAM IKK Talamau/Batang Sopan sebesar Rp42 miliar, SPAM IKK Luhak Nan Duo/Batang Kuini Rp23,5 miliar dan SPAM IKK Ranah Batahan/Batang Batahan Rp10,7 miliar.

Menurutnya, kegiatan intake air minum tersebut mencakup sektor air bersih dan sanitasi. Pelaksana pekerjaan dilakukan PT Nindya Karya.

Baca Juga  Pasaman Barat Terima Tambahan DAU Rp55 Miliar dari Pemerintah Pusat, Perkuat Pembiayaan Gaji ASN

“Kita hanya memfasilitasi dan mengusulkan. Untuk pelaksana kegiatan adalah PT Nindya Karya,” ujarnya.

Sahrizal berharap program rehab rekon tersebut dapat mempercepat pemulihan layanan air bersih masyarakat, terutama di kawasan yang selama ini mengalami gangguan distribusi air akibat dampak bencana.

“Semoga persoalan air keruh dan sering mati yang selama ini dikeluhkan masyarakat bisa segera teratasi,” harapnya.

Sementara itu, Bupati Pasbar, Yulianto menyambut baik bantuan dari pemerintah pusat tersebut. Dia menilai pemulihan sarana air bersih menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat pascabencana.

“Pemulihan sarana air bersih memang menjadi prioritas karena sangat dibutuhkan masyarakat,” katanya.