Padang

Di Tengah Tantangan Sosial, Pembinaan Generasi Muda Disorot

×

Di Tengah Tantangan Sosial, Pembinaan Generasi Muda Disorot

Sebarkan artikel ini
(foto : pemko padang)

SINDOTIME.COM—Ratusan jamaah memadati Masjid Darul Muthmainnah saat Majelis Ta’lim Indonesia (MTI) Kelurahan Dadok Tunggul Hitam menggelar pengajian dan wirid rutin bulanan, Minggu (17/5). Kegiatan yang berlangsung khusyuk itu menjadi ajang mempererat silaturahmi antarjamaah majelis taklim di wilayah tersebut.

Mayoritas peserta yang hadir merupakan kaum ibu. Sejak kegiatan dimulai, suasana masjid tampak hidup dengan rangkaian wirid, tausyiah, hingga doa bersama yang diikuti penuh antusias.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Koto Tangah Rio Ebu Pratama serta Lurah Dadok Tunggul Hitam Buderi Himra. Kehadiran unsur pemerintahan itu sekaligus menunjukkan dukungan terhadap kegiatan pembinaan keagamaan di tengah masyarakat.

Baca Juga  50 Anggota OSIM Periode 2024-2025 Resmi Dikukuhkan Plt Kepala MAN 2 Padang

Dalam sambutannya, Rio Ebu Pratama menyampaikan apresiasi atas tingginya partisipasi warga pada kegiatan wirid tingkat kelurahan tersebut.

“Alhamdulillah, luar biasa. Ketika kami hadir di tingkat kecamatan jamaahnya ramai, sekarang di tingkat kelurahan juga membludak. Ini menunjukkan semangat ibu-ibu majelis taklim sangat besar,” ujarnya.

Rio menilai majelis taklim memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan keluarga dan membina generasi muda. Ia mengingatkan pentingnya keterlibatan orang tua dalam menghadapi berbagai tantangan sosial yang berkembang saat ini.

“Kondisi generasi muda saat ini bisa dikategorikan darurat sosial. Orang tua adalah benteng pertama bagi anak-anak di rumah sebelum pengaruh lingkungan datang,” katanya.

Baca Juga  Kebijakan Salah Arah Insentif Rp 500 Miliar: Motor Listrik Diistimewakan, Angkutan Umum Dianaktirikan

Ia juga mengajak masyarakat mendukung program Pemerintah Kota Padang, di antaranya Smart Surau dan digitalisasi masjid yang dilakukan secara bertahap guna memperkuat pendidikan karakter serta nilai-nilai keagamaan.

Sementara itu, tausyiah disampaikan oleh Ustadz Mulyadi Muslim yang mengulas keutamaan bulan Zulhijjah, makna ibadah haji, dan pentingnya qurban sebagai bentuk ketakwaan sekaligus kepedulian sosial.

Kegiatan wirid bulanan tersebut ditutup dengan suasana penuh kebersamaan. Momentum itu diharapkan terus memperkuat ukhuwah serta menjadikan majelis taklim sebagai wadah pembinaan agama, keluarga, dan generasi muda di lingkungan masyarakat.(*/zoe)