SINDOTIME.COM-Pemerintah Kabupaten Dharmasraya kembali menghadirkan program pasar murah sebagai upaya membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pangan dengan harga di bawah pasaran. Kegiatan yang menjadi bagian dari langkah pengendalian inflasi daerah tersebut dijadwalkan berlangsung di halaman Kantor Camat Sungai Rumbai pada Jumat (5/6).
Pelaksanaan di Sungai Rumbai merupakan titik ketiga penyelenggaraan pasar murah tahun ini. Sebelumnya, kegiatan serupa telah digelar di Kecamatan Koto Baru dan Pulau Punjung dengan mendapat respons positif dari masyarakat yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih hemat.
Program ini dijalankan sebagai tindak lanjut kebijakan pemerintah pusat dalam menjaga stabilitas harga bahan pangan di berbagai daerah. Di tingkat daerah, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari arahan Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, guna memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap bahan pokok dengan harga yang terjangkau.
Untuk merealisasikan program tersebut, Pemkab Dharmasraya menggandeng sejumlah pihak, yakni Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan, Bank Indonesia, Perum Bulog, serta Bank Nagari. Sinergi antarinstansi tersebut diharapkan mampu menjaga ketersediaan pasokan sekaligus menekan gejolak harga kebutuhan pokok di pasaran.
Berbagai komoditas penting akan dijual dengan harga subsidi dalam kegiatan ini. Gula pasir merek Rose Brand ditawarkan seharga Rp15.000 per kilogram, telur ayam Rp45.000 per tray, beras SPHP kemasan lima kilogram Rp60.000, dan Minyakita Rp12.000 per liter.
Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kabupaten Dharmasraya, Alfiandri, mengimbau warga Sungai Rumbai dan wilayah sekitar untuk memanfaatkan program tersebut. Menurutnya, pasar murah tidak hanya membantu mengurangi beban pengeluaran rumah tangga, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam menjaga kestabilan harga pangan di tengah masyarakat.
Ia berharap masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan biaya yang lebih ringan dibandingkan berbelanja di pasar umum.
Tingginya minat warga pada pelaksanaan pasar murah sebelumnya menjadi indikator bahwa program ini masih sangat dibutuhkan. Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan serupa sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan masyarakat sekaligus mengendalikan laju inflasi di Dharmasraya.
Warga yang berencana berbelanja disarankan datang lebih awal karena jumlah komoditas yang disediakan terbatas. Mengingat antusiasme masyarakat pada pelaksanaan sebelumnya cukup tinggi, persediaan barang diperkirakan akan cepat habis.(*/zoe)











