SINDOTIME.COM-Penyelidikan kasus peluru nyasar yang melukai dua orang di lingkungan Universitas Negeri Padang (UNP) memasuki fase krusial. Tim investigasi gabungan melakukan uji balistik di Lapangan Tembak Lanud Sutan Sjahrir, Padang, Jumat (5/6), guna mengumpulkan data teknis yang diperlukan untuk mengungkap asal-usul proyektil yang diduga terkait dengan insiden tersebut.
Dalam pengujian itu, tim menggunakan senjata api jenis Pistol G-2 Combat dengan amunisi kaliber 9 milimeter produksi PT Pindad tipe 1-TJ. Sejumlah simulasi dilakukan dengan berbagai sudut tembak untuk mempelajari pola lintasan peluru, daya jangkau, serta karakteristik balistik proyektil yang menjadi fokus penyelidikan.
Langkah ini merupakan bagian dari rekonstruksi teknis atas peristiwa yang terjadi pada Selasa (2/6/2026) sore di kawasan depan Gedung Rektorat UNP. Data hasil pengujian diharapkan dapat membantu memastikan apakah proyektil yang mengenai korban memiliki keterkaitan dengan aktivitas latihan menembak yang berlangsung di sekitar lokasi.
Hasil Uji Balistik Akan Menjadi Dasar Kesimpulan Investigasi
Kapendam XX/Tuanku Imam Bonjol Kolonel Kav Taufiq, S.Sos., M.M. menjelaskan bahwa seluruh hasil pengujian lapangan akan dianalisis bersama temuan olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan teknis, serta keterangan para saksi yang telah dimintai informasi.
Menurutnya, pendekatan ilmiah menjadi landasan utama dalam proses investigasi sehingga setiap kesimpulan yang nantinya diambil dapat dipertanggungjawabkan secara teknis maupun hukum.
“Hasil pengujian ini akan menjadi salah satu bahan utama dalam penyusunan laporan investigasi guna memastikan setiap kesimpulan yang diambil didasarkan pada data faktual, analisis ilmiah, bukti teknis yang valid serta rasa keadilan,” ujar Taufiq.











