SINDOTIME.COM-Universitas Negeri Padang mengawali pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 pada Selasa pagi, 21 April 2026, sebagai bagian dari proses seleksi masuk perguruan tinggi negeri di Indonesia. Kegiatan ini berlangsung selama enam hari, hingga 26 April, dan diikuti oleh total 18.367 peserta, termasuk mereka yang berasal dari wilayah terpencil seperti Kabupaten Kepulauan Mentawai serta peserta dengan kebutuhan khusus.
Ujian berbasis komputer ini menjadi tahapan krusial yang akan menentukan peluang peserta dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Dengan demikian, UTBK tidak hanya dipandang sebagai tes akademik semata, tetapi juga sebagai titik awal dalam perjalanan hidup dan karier para peserta.
Dalam sambutannya saat pembukaan, Rektor UNP, Krismadinata, menekankan bahwa keberhasilan pelaksanaan UTBK sangat bergantung pada tanggung jawab dan profesionalisme seluruh panitia. Ia mengingatkan bahwa setiap proses harus berjalan optimal agar tidak merugikan ribuan peserta yang telah mempersiapkan diri dengan serius.
Dari sisi penyelenggaraan, Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni sekaligus Ketua UTBK UNP, Refnaldi, menjelaskan bahwa seluruh rangkaian ujian dibagi ke dalam 12 sesi. Setiap sesi didukung oleh 1.560 komputer yang tersebar di berbagai laboratorium, lengkap dengan perangkat cadangan untuk mengantisipasi kendala teknis.
Untuk memastikan kelancaran, UNP melibatkan 835 personel yang terdiri dari teknisi, panitia, serta pengawas dari kalangan dosen, tenaga kependidikan, dan guru berpengalaman. Dukungan ini juga mencakup pelaksanaan di sekolah mitra serta lokasi ujian tambahan di Mentawai.
Komitmen terhadap pendidikan inklusif turut menjadi sorotan dalam pelaksanaan tahun ini. UNP menyediakan fasilitas khusus bagi tujuh peserta disabilitas, yang terdiri atas empat peserta tunanetra dan tiga peserta tunarungu. Penjadwalan ujian mereka diatur secara khusus guna memastikan kenyamanan dan aksesibilitas yang optimal.











