SINDOTIME.COM– Program Nagari Creative Hub (NCH)yang menjadi salah satu unggulan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah dan Wakil Gubernur Vasco Ruseimy mulai menunjukkan implementasi di lapangan.
Di Nagari Pangian, Kecamatan Lintau Buo, Kabupaten Tanah Datar, pusat kreativitas tersebut berkembang menjadi ruang pemberdayaan masyarakat, mulai dari pengembangan UMKM, pemasaran digital, pelestarian seni budaya, hingga pembinaan generasi muda.
Hasil pantauan langsung di Nagari Pangian dalam kunjungan media yang difasilitasi Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Setdaprov Sumbar, Rabu (29/7), menunjukkan aktivitas di NCH tidak hanya berfokus pada ekonomi kreatif, tetapi juga menjadi wadah berbagai kegiatan masyarakat.
Beragam pelatihan UMKM, latihan silek, randai, sanggar senam, hingga pembinaan kelompok perempuan kini dipusatkan di kawasan tersebut. Pemerintah nagari juga mulai mengarahkan berbagai program pemberdayaan agar terintegrasi dengan aktivitas di Nagari Creative Hub.
“Seluruh pelatihan yang berkaitan dengan kemajuan nagari sekarang kami arahkan ke sini agar manfaatnya lebih terasa bagi masyarakat,” ujar pengelola Nagari Creative Hub Pangian.
UMKM Mulai Masuk TikTok Shop
Salah satu fokus utama NCH adalah memperluas pemasaran produk UMKM melalui platform digital.
Hingga saat ini, enam produk unggulan Nagari Pangian telah berhasil dipasarkan melalui TikTok Shop. Produk tersebut di antaranya aneka sambal lado, rendang belut, minuman kesehatan berbahan serai, lemon dan jahe, kerajinan tangan, serta produk rajutan hasil karya kelompok perempuan.
Namun, pengelola mengakui transformasi digital masih berada pada tahap awal.
Nilai transaksi melalui TikTok Shop baru mencapai sekitar Rp380 ribu karena pelaku UMKM masih belajar memahami sistem pemasaran digital.
“Kami masih learning by doing. Anak-anak KKN dari Universitas Negeri Padang banyak membantu kami belajar mulai dari membuka akun, live TikTok, menerima pesanan sampai sistem pembayaran,” katanya.
Kendala Pengawetan Produk
Di balik semangat digitalisasi, terdapat persoalan mendasar yang masih dihadapi sebagian besar pelaku UMKM, yakni daya tahan produk pangan.








