SINDOTIME.COM–Kebakaran hebat menghanguskan sebuah rumah semi permanen di Korong Kelok Licin, Nagari Sungai Buluah Utara, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Jumat (24/7/2026) dini hari. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 01.45 WIB itu menewaskan dua orang penghuni rumah.
Kedua korban yang meninggal dunia masing-masing bernama Nurlela (78), seorang ibu rumah tangga, dan Doni (50), yang bekerja sebagai petani. Keduanya merupakan warga Korong Kelok Licin, Nagari Sungai Buluah Utara.
“Tak lama setelah menerima laporan, tepatnya sekitar pukul 01.50 WIB, personel Polres Padang Pariaman bersama Polsek Batang Anai langsung menuju lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) sekaligus membantu proses penanganan kebakaran,” ujar Kapolsek Batang Anai, Iptu Wadriadi kepada awak media, Jumat (24/7).
Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 02.20 WIB setelah tiga unit mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman dikerahkan ke lokasi. Proses pemadaman berlangsung hingga api benar-benar padam sehingga tidak lagi mengancam bangunan di sekitar lokasi.
Usai kebakaran berhasil dikendalikan, personel kepolisian bersama Unit Identifikasi Polres Padang Pariaman melakukan olah TKP guna mengungkap penyebab kebakaran. Selain itu, petugas juga mengevakuasi kedua korban yang ditemukan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Jenazah Nurlela dan Doni kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumatera Barat menggunakan ambulans Puskesmas Pasar Usang untuk menjalani pemeriksaan visum. Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.
Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Padang Pariaman, Rifki Monrizal, mengungkapkan bahwa laporan mengenai peristiwa tersebut diterima pihaknya dari pihak kepolisian pada pukul 02.02 WIB. Dan timnya langsung merespons cepat dengan mengerahkan armada pemadam yang hanya dua menit setelah laporan diterima.
“Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 02.12 WIB dan langsung melakukan upaya pemadaman,” ujar Rifki.
Ia menjelaskan, proses penanggulangan api berlangsung cukup lama karena petugas juga melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa. Seluruh rangkaian penanganan baru dinyatakan selesai sekitar pukul 03.35 WIB.
Akibat peristiwa itu, satu unit rumah beserta seluruh perabotan di dalamnya ludes terbakar. Kobaran api juga menghanguskan satu unit mobil serta dua sepeda motor milik korban. Berdasarkan pendataan sementara, total kerugian diperkirakan mencapai sekitar Rp500 juta.
Meski demikian, Rifki menegaskan penyebab kematian kedua korban belum dapat dipastikan karena masih menunggu hasil autopsi.
“Informasi di lapangan masih simpang siur terkait penyebabnya. Jenazah masih menjalani proses autopsi,” katanya.











