SINDOTIME.COM– Tahun ini, boleh dikatakan menjadi tahun yang istimewa bagi SMAN 8 Padang. Ini setelah sekolah yang bermarkas di Batipuh Panjang tersebut untuk pertama kalinya buka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Reguler dan Pendaftaran Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
Khusus untuk SPMB, tahun ini Smandel mendapatkan kuota sebanyak 356 siswa. Di mana, jumlah ini akan ditambahkan dengan sebanyak 4 orang anak yang tidak lulus, sehingga totalnya nanti berjumlah sebanyak 360 orang. Mereka akan dibagi menjadi 10 rombel dengan masing-masing rombel-nya sebanyak 36 murid.
Sedangkan untuk PJJ. Untuk pertama kalinya, Smandel ditunjuk sebagai sekolah induk untuk pelaksanaan PJJ. Penunjukan itu sekaligus menobatkan Samandel menjadi salah satu dari 20 sekolah di tanah air yang dipercayaan Kemendikdasmen untuk melaksanakan PJJ.
“Ya, ini untuk pertama kalinya kami melaksanaan dua penerimaan siswa baru sekaligus, untuk SPMB dan PJJ. Ini menandakan, kita memiliki kapasitas yang juga tidak kalah bagusnya jika dibandingkan dengan SMA lainnya yang ada di Sumbar, bahkan di tanah air,” ujar Kepala SMAN 8 Padang, Berry Devanda saat melakukan rapat dengan Komite, Kamis (18/6).
Disebutkan, secara tahapan, untuk SPMB, akan mulai dilakukan pada Senin (22-23/6) untuk jalur afirmasi (Diperuntukkan bagi siswa dari keluarga ekonomi tidak mampu, penyandang disabilitas, atau anak panti asuhan) dan mutasi (Khusus bagi perpindahan tugas orang tua/wali atau anak kandung guru/tenaga kependidikan). Dan pengumuman pada 25 Juni 2026.
Lalu tahap 2 (Prestasi Akademik & Nonakademik): Pendaftaran dibuka 29 Juni-1 Juli 2026 dan pengumuman hasil pada 3 Juli 2026. Kemudian tahap 3 jalur Domisili (Didasarkan pada jarak terdekat antara tempat tinggal calon peserta didik dengan sekolah), di mana pendaftaran dilaksanakan pada 6-8 Juli 2026. Dan pengumuman pada 9 Juli.
“Untuk pendaftaran, para calon siswa sudah bisa mempersiapkan akun pendaftaran akun SPMB online,” ungkap Berry Devanda.
Sedangkan untuk PJJ, pelaksanaannya mengacu kepada Perpres No. 3 Tahun 2026, yang mewajibkan penanganan ATS untuk memenuhi hak pendidikan warga negara. Di mana, ini dikhususkan untuk anak usia produktif berkisar antara 16-18 tahun. Dan telah tamat SMP / MTs / Paket B sebelum tahun 2026. NISN tidak sedang terdaftar aktif di sekolah manapun Memiliki domisili resmi di Provinsi Sumatera Barat.
Untuk periode pendaftaran dibuka mulai 7 Mei-25 Agustus 2026. Link Pendaftaran resmi dapat diakses secara mandiri oleh warga melalui link online: s.id/pjjsman8padang. Mereka nantinya akan mendapatkan pembelajan dengan sistem asinkronus sebesar 70 persen, dan sinkronus sebesar 30 persen melalui tatap muka atau tatap maya.












