Headline

Kualitas Udara Padang Hari Ini Terus Memburuk, Masuk Kategori Berbahaya dengan AQI 586

×

Kualitas Udara Padang Hari Ini Terus Memburuk, Masuk Kategori Berbahaya dengan AQI 586

Sebarkan artikel ini
(foto : umsb)

SINDOTIME.COM-Kualitas udara di Kota Padang dan sekitarnya terus memburuk. Ini seiring dengan terus meningkatnya nilai Air Quality Indeks (AQI) US sejak beberapa hari terakhir. Bahkah hari ini, Rabu (9/9/2026), nilainya terus mengalami peningkatan yang signifikan dan memasuki kategori berbahaya.

Ini dibuktikan dengan Indeks Kualitas Udara yang pada sekitar pukul 08.00 WIB sudah mencatatkan angka 586 AQI US, dengan konsentrasi PM2.5 (partikel udara sangat kecil berukuran kurang dari atau sama dengan 2,5 mikrometer) mencapai sebesar 368.5 µg/m³.

Angka ini melesat jauh jika dibandingkan dengan hari sebelumnya yang sempat berada di angka 430 AQI US dan konsentrasi PM2.5 sebesar 290.2 µg/m³.

Sedangkan untuk ukuran PM10 (partikel udara berukuran kecil dengan diameter 10 mikrometer atau kurang) tercatat 265 µg/m³. Lalu diikuti dengan nilai O3 Ozone (gas reaktif yang terdiri dari tiga atom oksigen) yang tercatat 26.7 µg/m³.

Baca Juga  Antrean Kendaraan Mengular Akibat Banjir, Sistem Buka Tutup Masih Diberlakukan di Jalintim KM 83

Begitu juga dengan nilai NO2 Nitrogen dioxide (gas beracun berwarna coklat kemerahan dengan bau tajam yang bertindak sebagai polutan udara utama) dengan 17 µg/m³. Serta SO2 sulphur dioxide (senyawa kimia berupa gas beracun yang tidak berwarna, tetapi memiliki bau yang sangat menyengat dan tajam) yang tercatat sebesar 20 µg/m³.

Terkait makin memburuknya kualitas udara di Kota Padang tersebut, Wali Kota Padang, Fadly Amran, mengaku, pihaknya sejak beberapa waktu sudah menyiapkan angka antisipasi.

Selain meminta kepada masyarakat untuk menghindari kegiatan luar ruang, atau selalu menggunakan masker ketika harus berkegiatan di luar rumah demi meminimalkan dampak buruk kesehatan, juga memberikan perhatian kepada sektor pendidikan.

Baca Juga  Evaluasi Program MBG, Dorong Penguatan Ekonomi Lokal dan Standardisasi Layanan

“Langkah mitigasi terus diambil menghadapi kondisi udara yang sudah masuk kategori berbahaya. Kita mengimbau warga Kota Padang untuk sementara menghindari kegiatan luar ruang, dan menggunakan masker ketika harus berkegiatan di luar rumah,” katanya.

Terkait di bidang pendidikan, Pemerintah Kota (Pemko) Padang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan juga telah mulai secara resmi mengalihkan aktivitas belajar mengajar tatap muka menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau daring untuk tingkat PAUD/TK, SD, hingga SMP negeri dan swasta sejak Selasa (08/09/2026).

Langkah tersebut terpaksa dilakukan untuk meminimalkan dan mengantisipasi risiko penyakit saluran pernapasan pada anak-anak di tengah kondisi kabut asap yang semakin tebal.