Padangpariaman

Kualitas Udara Padang Kembali Mendekati Kategori Berbahaya, Padang Pariaman Masih Belum Aman

×

Kualitas Udara Padang Kembali Mendekati Kategori Berbahaya, Padang Pariaman Masih Belum Aman

Sebarkan artikel ini
(foto : DLHPKPP padang pariaman)

SINDOTIME.COM-Setelah sebelumnya sempat berada di kategori sedang dengan nilai Indeks Standar Pendemaran Udara (ISPU) 198, kualitas udara di Kota Padang pada Sabtu (12/9/2026) kembali meningkat mendekati kategori berbahaya.

Pantauan Air Quality Monitoring System (AQMS) Kota Padang yang terletak di Padang Pasir, Kota Padang menunjukan, nilai ISPU Kota Padang sekitar pukul 07.33 WIB hari ini anik signifikan, berada di angka 297 atau masuk kategori sangat tidak sehat, mendekati berbahaya.

Sebaliknya dari hasil pantauan AQMS Padang Pariaman pada pukul 07.32 WIB, kualitas udara Padang Pariaman berada di angka 136 atau masuk dalam kategori tidak sehat.

“Dari laporan yang masuk ke kami, untuk Padang Pariaman di angka 136. Tapi Kota Padang sepertinya, kembali meningkat menjadi 297,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DLHPKPP) Kabupaten Padang Pariaman, Andri Satri Masri kepada awak media, Sabtu (12/9/2026)

Baca Juga  Yossuhardi Tampung Aspirasi Warga, Dorong Terciptanya Nagari SBS Mandiri

Diakui, meski sejumlah daerah di Padang Pariaman diguyur hujan yang cukup lebat semalam, namun itu dinilai tidak mempengaruhi ketebalan kabut asap. Sebab, ketebalan kabut asap, sangat dipengaruhi arah angin.

Seperti Kota Padang dan Padang Pariaman misalnya, di mana kedua daerah ini tidak memiliki titik api. Hanya saja, kabut asap tersebut merupakan kiriman dari daerah tetangga di Sumbar seperti Tanah Datar, Dharmasraya, Limapuluh Kota, Pesisir Selatan serta provinsi tetangga di Sumatera seperti Sumsel, Jambi dan Lampung.

Namun jika dilihat secara angka untuk partikel lainnya, kualitas udara di Sumbar, PM10 (partikel udara berukuran kecil dengan diameter 10 mikrometer atau kurang) berada di angka 146 µg/m³. Lalu diikuti dengan nilai O3 Ozone (gas reaktif yang terdiri dari tiga atom oksigen) yang tercatat 0 µg/m³.

Begitu juga dengan nilai NO2 Nitrogen dioxide (gas beracun berwarna coklat kemerahan dengan bau tajam yang bertindak sebagai polutan udara utama) dengan 41 µg/m³. Serta SO2 sulphur dioxide (senyawa kimia berupa gas beracun yang tidak berwarna, tetapi memiliki bau yang sangat menyengat dan tajam) yang tercatat sebesar 19 µg/m³.

Baca Juga  Dorong Lembaga/Badan Komit Jalankan Keterbukaan Informasi Publik

Serta nilai CO (gas beracun yang tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa yang berasal dari pembakaran tidak sempurna) sebesar 26 µg/m³.

Sedang untuk Padang Pariaman, untuk nilai PM10 sebesar 74 µg/m³. Lalu diikuti dengan nilai O3 Ozone yang tercatat 37 µg/m³. Begitu juga dengan nilai NO2 Nitrogen dioxide dengan 60 µg/m³. Serta SO2 sulphur dioxide sebesar 40 µg/m³. Serta nilai CO di angka 6 µg/m³.

Untuk menyikapi persoalan kabut asap, di Kota Padang sendiri, wadah pendidikan PAUD/TK, SD sederajat, SMP sederajat sudah mulai melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sejak tiga hari yang lalu. Langkah ini juga diikuti SMA sederajat yang juga sudah mulai melaksanakan PJJ sejak kemarin.