Padangpariaman

Sentuh Angka 149, Kualitas Udara Padang Pariaman Tidak Sehat

×

Sentuh Angka 149, Kualitas Udara Padang Pariaman Tidak Sehat

Sebarkan artikel ini
(foto : zoe/sindotime)

SINDOTIME.COM-Seakan tak jauh beda dengan daerah lainnya, persoalan kabut asap juga menjadi masalah serius bagi Kabupaten Padang Pariaman hari ini. Bahkan, hasil pemantaua Air Quality Monitoring System (AQMS) Padang Pariaman yang terletak di Kantor Bupati Padang Pariaman Rabu (9/9/2026), mengisyaratkan jika kondisi kualitas udara di Kabupaten Saiyo Sakato tersebut kurang sehat.

Dari hasil pengamatan sekitar pukul 12.00, nilai ISPU PM.25 (partikel udara sangat kecil berukuran kurang dari atau sama dengan 2,5 mikrometer) di Padang Pariaman berada di angka 149 ug/m3.

“Ya, hasil pemantauan alat kami, pada pukul 12.00 tadi, angkanya berada di kategori tidak sehat, atau mencapai angkat 149 µg/m³,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DLHPKPP) Kabupaten Padang Pariaman, Andri Satri Masri kepada awak media, Rabu (9/9/2026).

Sedangkan untuk PM10 (partikel udara berukuran kecil dengan diameter 10 mikrometer atau kurang) tercatat 81 µg/m³. Lalu diikuti dengan nilai O3 Ozone (gas reaktif yang terdiri dari tiga atom oksigen) yang tercatat 36 µg/m³.

Baca Juga  IQAir dan AQMS : Mengapa Angkanya Bisa Berbeda, dan Mana yang Harus Kita Percaya?

Begitu juga dengan nilai NO2 Nitrogen dioxide (gas beracun berwarna coklat kemerahan dengan bau tajam yang bertindak sebagai polutan udara utama) dengan 60 µg/m³. Serta SO2 sulphur dioxide (senyawa kimia berupa gas beracun yang tidak berwarna, tetapi memiliki bau yang sangat menyengat dan tajam) yang tercatat sebesar 40 µg/m³.

Serta nilai CO (gas beracun yang tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa yang berasal dari pembakaran tidak sempurna) sebesar 6 µg/m³.

Dikatakan, Sumbar memang memiliki dua sarana untuk pemantauan kualitas udara yakni yang terletak di Padang Pasir, Kota Padang dan juga yang ada di dekat Kantor Bupati Padang Pariaman. Dan alat ini mampu mendeteksi kualitas udara dalam radius 10 Km.

Baca Juga  Warga Lubuak Aluang Antusias Sambut Gerakan Pangan Murah

Untuk titik api di Padang Pariaman diakui tidak ada. Melainkan hanya terdampak asap dari daerah lainnya, akibat terbawa angin. Karena pada umumnya, hotspot tersebut kebanyakan berada di daerah-daerah yang memiliki lahan sawit, seperti Pasaman, Pasaman Barat, Pesisir Selatan, Dharmasraya, Sijunjung dan sebagainya.

Namun demikian, dirinya juga tidak menampik, untuk memantau kualitas udara di tempat lainnya, sejumlah Puskesmas di Padang Pariaman juga sudah memiliki air quality detector sederhana. Ini untuk memastikan kondisi udara di sekitar Puskesmas.

Sejumlah Puskesmas yang memiliki peralatan tersebut seperti Puskesmas Ketaping, Ampalu, Gasan Gadang, Padang Alai, Koto Bangko Enam Lingkung dan Limau Purut. Ini dinilai cukup membantu untuk mengukur partikel kualitas udara, walau dalam jumlah yang terbatas.