SINDOTIME.COM-Persoalan maraknya TPS liar di kawasan Batang Anai mulai mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman. Untuk menelusuri sumber persoalan sekaligus memperbaiki sistem pengelolaan sampah rumah tangga, Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DLHPKPP) menggelar survei lapangan sejak Rabu (6/5). Kegiatan ini difokuskan pada sejumlah kompleks perumahan di beberapa nagari di Kecamatan Batang Anai.
Survei tersebut dilakukan guna mengetahui bagaimana pola masyarakat dalam membuang dan mengelola sampah rumah tangga. Selain itu, pemerintah daerah juga ingin mengidentifikasi penyebab munculnya TPS ilegal yang selama ini ditemukan di sepanjang ruas jalan nasional Batang Anai.
Kepala DLHPKPP Padang Pariaman, Andri Satria Masri, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari penyusunan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan.
“Selama ini kita melihat masih ada indikasi warga membuang sampah ke TPS liar di beberapa titik. Oleh karena itu, kita perlu turun langsung untuk mengetahui pola dan perilaku pengelolaan sampah masyarakat agar solusi yang dirumuskan nantinya benar-benar sesuai kondisi di lapangan,” ujar Andri.
Dalam pelaksanaannya, sebanyak 25 pegawai DLHPKPP diterjunkan ke lapangan di bawah koordinasi Sekretaris DLHPKPP, Adek Mahdalena. Tim menyasar lima nagari, yakni Nagari Katapiang, Kasang, Sungai Buluah, Sungai Buluah Barat, dan Sungai Buluah Selatan.
Salah satu titik yang menjadi perhatian pemerintah berada di area Taman Woles, dekat Jembatan Kembar. Kawasan tersebut diduga selama ini kerap dijadikan lokasi pembuangan sampah secara ilegal.











