Ia menambahkan, Lapangan Tembak Lanud Sutan Sjahrir dipilih sebagai lokasi pengujian karena dinilai memenuhi standar keamanan sekaligus memiliki kondisi yang memadai untuk pelaksanaan simulasi balistik. Seluruh rangkaian kegiatan diawasi oleh personel yang memiliki keahlian di bidang investigasi teknis dan pengelolaan fasilitas latihan tembak.
Kodam juga meminta masyarakat untuk menunggu hasil penyelidikan secara utuh dan memberikan kesempatan kepada tim investigasi menyelesaikan seluruh tahapan pemeriksaan secara profesional. Laporan akhir nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan langkah lanjutan sekaligus bahan evaluasi guna mencegah terulangnya kejadian serupa.
Dua Korban Masih Menjadi Fokus Penanganan
Peristiwa yang kini diselidiki tersebut mengakibatkan dua orang mengalami luka akibat proyektil yang diduga peluru nyasar.
Korban pertama adalah Nova Wirantika (25), mahasiswi Program Studi Pendidikan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial UNP. Ia mengalami luka cukup serius pada bagian paha kiri dan harus menjalani tindakan operasi setelah diduga terdapat proyektil yang bersarang di tubuhnya.
Sementara itu, Guruh Guino (23), warga sipil yang saat kejadian sedang berada di area kampus untuk menemani kerabatnya, turut menjadi korban. Ia mengalami luka pada bagian atas pergelangan tangan dan memperoleh penanganan medis lanjutan.
Sekretaris UNP, Prof. Dr. Erianjoni, sebelumnya membenarkan adanya dua korban dalam insiden tersebut. Menurutnya, kedua korban mengalami luka akibat proyektil yang diduga berasal dari luar area kampus.
Catatan Dugaan Peluru Nyasar di UNP Kembali Disorot
Di tengah berlangsungnya penyelidikan, akun Instagram bocoralus.unp mengunggah data yang menyebut dugaan kasus peluru nyasar di kawasan UNP telah terjadi berulang kali dalam kurun waktu sekitar 16 tahun terakhir.
Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa insiden pertama terjadi pada 23 Juni 2010, ketika seorang siswa dilaporkan mengalami luka tembak di bagian leher hingga harus mendapatkan jahitan medis.
Selanjutnya, pada periode 2017 hingga 2020, sejumlah kejadian serupa disebut menyebabkan kerusakan terhadap fasilitas kampus, mulai dari properti hingga bangunan. Salah satu kasus yang tercatat terjadi pada 25 Februari 2020 ketika sebuah proyektil diduga menembus kaca jendela lantai tiga Gedung LP2M UNP.











