Yasril mengatakan bahwa tugas ASN Kementerian Agama tidak hanya berkaitan dengan administrasi dan pelayanan publik, tetapi juga menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu, pembinaan karakter dan spiritualitas harus terus diperkuat agar setiap pegawai mampu menjalankan amanah dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab.
“Pesan tentang menjaga hati ini sangat penting. Banyak persoalan dapat diselesaikan apabila hati kita bersih dan niat kita lurus. ASN Kementerian Agama harus menjadi contoh dalam menjaga akhlak, etika, dan integritas, dimulai dari menjaga hati masing-masing,” ujar Yasril.
Lebih lanjut, Yasril, menegaskan bahwa kegiatan pembinaan mental spiritual seperti ini sejalan dengan implementasi Asta Protas Kementerian Agama, khususnya dalam penguatan moderasi beragama, peningkatan kualitas kehidupan beragama, serta pembangunan budaya kerja yang berintegritas dan berorientasi pelayanan.
Menurut Yasril, ASN yang memiliki hati yang baik akan lebih mudah membangun komunikasi yang harmonis, menciptakan suasana kerja yang kondusif, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan birokrasi yang profesional dan humanis.
Ceramah Singkat ini juga menjadi sarana refleksi bagi seluruh pegawai untuk senantiasa memperbaiki diri di tengah berbagai tantangan kehidupan dan tuntutan pekerjaan. Di era yang serba cepat dan penuh dinamika, menjaga hati menjadi kebutuhan yang tidak kalah penting dibandingkan peningkatan kompetensi dan keterampilan kerja.
Para peserta terlihat antusias mengikuti tausiyah hingga akhir. Banyak di antara mereka yang mengaku mendapatkan motivasi dan pencerahan baru dari pesan sederhana namun mendalam yang disampaikan oleh Zarisman Tanjung. Nilai-nilai yang disampaikan dinilai mampu menjadi pengingat agar setiap ASN tetap menjaga keikhlasan dalam bekerja dan tidak melupakan aspek spiritual di tengah kesibukan tugas.











