Humanity

Sang Maestro Ranah Minang Itu Telah Pergi, Selamat Jalan Yus Dt. Parpatiah

×

Sang Maestro Ranah Minang Itu Telah Pergi, Selamat Jalan Yus Dt. Parpatiah

Sebarkan artikel ini
BERPULANG : Sang Maestro Minangkabau, Yus Dt Parpatih.(instagram)

SINDOTIME.COM-Ranah Minangkabau kembali berduka atas berpulangnya salah satu tokoh adat paling berpengaruh, Yus Dt. Parpatiah. Ia wafat pada Sabtu, 28 Maret, sekitar pukul 16.30 WIB dalam usia 87 tahun di kediamannya di Nagari Sungai Batang, Kabupaten Agam.

Kepergian sosok yang selama ini menjadi rujukan utama dalam pemahaman adat tersebut meninggalkan kehilangan besar, tidak hanya bagi masyarakat di Sumatera Barat, tetapi juga bagi perantau Minangkabau di berbagai penjuru dunia.

Informasi duka ini disampaikan oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Agam, Roza Syafdefianti. Ia menegaskan bahwa almarhum merupakan figur sentral yang kerap dijuluki “Guru Besar” dalam kehidupan adat Minangkabau. Julukan itu mencerminkan kedalaman ilmu dan peran besarnya dalam membimbing masyarakat, baik di kampung halaman maupun di rantau.

Baca Juga  Disomasi Rozac Tanjung, Fauzana Bilang Ampun Bang

Bagi masyarakat Minang, Yus Dt. Parpatiah bukan sekadar pemangku adat. Ia dikenal sebagai “perpustakaan hidup” karena penguasaannya yang luas terhadap falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK). Selama hidupnya, ia mendedikasikan diri untuk menjaga, menjelaskan, dan mewariskan nilai-nilai tersebut agar tetap relevan di tengah perubahan zaman.

Ucapan duka juga datang dari A.F. Datuak Mantari Basa yang menilai pemikiran almarhum telah menjadi pedoman moral lintas generasi. Menurutnya, petatah-petitih, karya rekaman, serta nasihat yang ditinggalkan merupakan referensi penting dalam memahami adat, etika, dan perilaku masyarakat Minangkabau. Ia juga mengakui bahwa sosok dengan kedalaman ilmu seperti almarhum akan sulit tergantikan.

Baca Juga  Rose BLACKPINK, Sempat Nyamar jadi Nenek-Nenek Demi Pujaan Hati

Jauh sebelum perkembangan teknologi digital, Yus Dt. Parpatiah telah lebih dulu memanfaatkan media rekaman sebagai sarana penyebaran nilai adat. Sejak dekade 1980-an, karya-karyanya yang diproduksi melalui label Tanama Record tersebar luas, didengar di lapau-lapau hingga rumah para perantau. Melalui suara yang khas dan penuh wibawa, ia menyampaikan pesan adat yang menyentuh dan mudah dipahami.