SINDOTIME.COM-Pacu Kudo 2026 kembali digelar dengan skala yang cukup besar. Sekitar 80 ekor kuda ambil bagian dalam kompetisi ini, bertanding dalam 28 race utama serta dua kelas ekshibisi. Arena pacuan di Duku Banyak sendiri telah lama dikenal sebagai salah satu lintasan terbaik di Sumatera Barat karena kualitasnya yang sudah memenuhi standar nasional.
Perhelatan budaya yang berlangsung di Nagari Balah Aie, Kecamatan VII Koto Sungai Sairak ini resmi dibuka pada Sabtu (28/3) oleh Gubernur Sumatera Barat. Sejak hari pertama, puluhan ribu pengunjung memadati lokasi acara. Antusiasme masyarakat terlihat dari ramainya arena hingga kemacetan di sejumlah akses jalan menuju lokasi, termasuk oleh kendaraan para perantau yang pulang untuk menyaksikan tradisi tersebut.
Bupati Padang Pariaman bersama Wakil Bupati yang turut mendampingi gubernur mengaku bangga melihat tingginya partisipasi masyarakat. Mereka menilai Pacu Kudo bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga bagian penting dari identitas budaya yang masih terjaga dengan baik.
Kesuksesan acara ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, baik pemerintah maupun sektor swasta. Sejumlah perusahaan turut berkontribusi dalam pembiayaan, menunjukkan adanya sinergi antara pelestarian budaya dan dukungan dunia usaha. Pemerintah daerah pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, sponsor, serta pihak yang telah memberikan bantuan, baik secara materi maupun non-materi.
Lebih dari sekadar ajang balap kuda, Pacu Kudo memiliki nilai historis dan sosial yang kuat bagi masyarakat Minangkabau. Tradisi ini menjadi simbol kebersamaan sekaligus kebanggaan terhadap warisan leluhur. Di sisi lain, kegiatan ini juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Kehadiran ribuan pengunjung mendorong peningkatan aktivitas UMKM, perdagangan lokal, hingga sektor pariwisata di Padang Pariaman.
Gubernur turut mengapresiasi jalannya acara yang berlangsung tertib dan meriah. Ia juga menyambut hangat para perantau yang pulang kampung untuk menghadiri event tersebut, serta mengajak seluruh masyarakat menikmati salah satu agenda budaya unggulan daerah.











