Kab Solok

Dalmenda Kupas Sejarah Kubuang Tigo Baleh dalam Solok Baralek Gadang

×

Dalmenda Kupas Sejarah Kubuang Tigo Baleh dalam Solok Baralek Gadang

Sebarkan artikel ini

SINDOTIME.COM — Penggalian sejarah dan penguatan nilai-nilai adat Minangkabau menjadi perhatian dalam rangkaian kegiatan Solok Baralek Gadang. Pemerintah Kota Solok menggelar seminar bertema “Menelusuri Jejak Kubuang Tigo Baleh: Etnohistoris Konfederasi Adat Solok dan Nilai Filosofisnya bagi Pendidik” pada Senin (12/10), dengan menghadirkan Dr. M.A. Dalmenda, M.Si Dt,Pamuntjak Alam dan Prof. Dr. rer. soz. Nusyirwan Effendi, dosen Departemen Antropologi FISIP Universitas Andalas, sebagai pemateri.

Dalmenda merupakan dosen Komunikasi Politik, Televisi dan Film pada Departemen Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Andalas (Unand). Selain berkiprah di dunia akademik, ia juga mengemban amanah sebagai Kepala Biro Hak Sako dan Pusako serta Hak Tradisionil Lainnya di Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat, sekaligus Wakil Ketua LKAAM Kabupaten Solok.

Perpaduan Dalmenda anak kelahiran Nagari Salayo ini dengan latar belakang akademik dan keterlibatannya dalam kelembagaan adat tersebut menjadi perspektif penting dalam membahas jejak etnohistoris Kubuang Tigo Baleh, khususnya dalam memahami hubungan antara sejarah, sistem adat, dan nilai-nilai filosofis yang diwariskan secara turun-temurun dalam masyarakat Minangkabau.

Baca Juga  Dukung Peningkatan Ekonomi Pelaku UMKM dan Pertanian di Sumbar

Seminar ini menjadi ruang untuk menelusuri kembali sejarah konfederasi adat Solok sekaligus menggali relevansi nilai-nilai adat bagi dunia pendidikan. Pembahasan tersebut juga penting untuk memperkuat kesadaran generasi muda terhadap identitas budaya dan warisan sejarah daerahnya.

Dalmenda menilai, sejarah dan adat tidak seharusnya hanya dipahami sebagai peninggalan masa lalu, tetapi juga sebagai sumber pembelajaran yang memiliki arti penting bagi kehidupan masyarakat masa kini.

“Sejarah dan adat bukan sekadar cerita tentang masa lalu, melainkan sumber nilai yang dapat menjadi pedoman dalam kehidupan masa kini. Kubuang Tigo Baleh menyimpan warisan sejarah dan filosofi yang penting untuk dipahami, terutama oleh para pendidik, agar nilai-nilai kearifan lokal dapat diteruskan kepada generasi berikutnya,” ujar Dalmenda.

Menurutnya, upaya memahami sejarah lokal perlu berjalan beriringan dengan pengenalan terhadap nilai, norma, dan kelembagaan adat yang hidup di tengah masyarakat. Dengan demikian, generasi muda tidak hanya mengenal sejarah daerahnya, tetapi juga memahami makna nilai-nilai yang membentuk karakter dan kehidupan sosial masyarakat Minangkabau.

Baca Juga  Musim Kemarau 2026, Waspadai Ancaman Karhutla

“Pendidikan memiliki peran strategis dalam menjaga kesinambungan nilai budaya. Ketika sejarah dan kearifan lokal dihadirkan dalam proses pembelajaran, peserta didik dapat lebih memahami identitasnya, menghargai tradisi, serta mengambil nilai-nilai positif untuk menghadapi tantangan zaman,” tukuknya sebagai putra daerah.

Dalam konteks tersebut, keberadaan lembaga adat memiliki arti penting dalam menjaga kesinambungan pengetahuan mengenai sako, pusako, dan hak tradisionil lainnya. Pemahaman terhadap aspek-aspek adat tersebut merupakan bagian dari upaya merawat tatanan sosial, memperkuat identitas masyarakat, serta meneruskan pengetahuan adat kepada generasi penerus.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Solok, Happy Darmawan, SS., M.Si., menegaskan bahwa Solok Baralek Gadang bukan hanya menjadi perayaan budaya, tetapi juga momentum untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap sejarah dan adat istiadat yang menjadi identitas daerah.