SINDOTIME.COM-Bencana banjir yang melanda Kota Padang pada akhir 2025 tidak hanya menyisakan kerusakan, tetapi juga mendorong percepatan pembenahan infrastruktur dasar, khususnya sektor air bersih dan pengelolaan limbah. Upaya ini kini mulai menunjukkan hasil nyata melalui sejumlah proyek strategis yang tengah disiapkan pemerintah.
Kepastian tersebut mengemuka saat anggota DPR RI Komisi V, Zigo Rolanda, melakukan peninjauan langsung ke kawasan Palukahan serta Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Air Dingin pada Senin, 27 April. Kunjungan ini difokuskan untuk memastikan kesiapan dan progres program nasional yang menyasar kebutuhan vital masyarakat pascabencana.
Salah satu proyek utama yang menjadi perhatian adalah pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di wilayah Palukahan, Air Dingin, Kecamatan Koto Tangah. Infrastruktur ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas distribusi air bersih secara signifikan, dari sebelumnya sekitar 300 liter per detik menjadi 500 liter per detik, sehingga diharapkan mampu menjangkau lebih banyak warga dengan kualitas layanan yang lebih baik.
Menurut Zigo, proyek tersebut saat ini telah memasuki tahap lelang dan ditargetkan mulai memasuki fase kontrak pada Mei mendatang. Total anggaran yang disiapkan mencapai Rp284 miliar untuk dua tahun pelaksanaan.
Pekerjaan yang akan dilakukan mencakup pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) berkapasitas 4×50 liter per detik, pemasangan jaringan perpipaan, pembangunan reservoir, serta peningkatan fungsi intake melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari program rehabilitasi pascabencana yang diinisiasi pemerintah pusat. Selain meningkatkan kualitas air bersih, langkah ini juga diarahkan untuk mendukung pengendalian banjir di daerah aliran sungai Batang Kuranji hingga Batang Lubuk Laweh.
Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyampaikan apresiasinya terhadap percepatan yang dilakukan DPR RI dan Kementerian Pekerjaan Umum. Ia mengakui bahwa layanan air bersih di kota tersebut sempat terganggu akibat kerusakan infrastruktur saat banjir melanda.











