SINDOTIME.COM-Pemerintah Kota Pariaman di Sumatera Barat mulai menyusun berbagai langkah strategis untuk menyelenggarakan Festival Budaya Hoyak Tabuik Piaman 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 16–28 Juni. Kegiatan ini kembali masuk dalam agenda Kharisma Event Nusantara (KEN), sehingga persiapannya dilakukan secara lebih matang agar mampu menarik perhatian wisatawan dalam jumlah besar.
Sebagai bagian dari tahapan awal, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman akan menggelar pertemuan dengan para tokoh Tabuik pada 7 April. Pertemuan tersebut bertujuan menyatukan komitmen antara berbagai unsur masyarakat, seperti tuo tabuik, anak tabuik, tokoh adat, serta pihak terkait lainnya, agar pelaksanaan tradisi tahunan ini berjalan optimal.
Ferialdi Syarief selaku Kepala Dinas menjelaskan bahwa peran utama dalam penyelenggaraan Hoyak Tabuik berada di tangan masyarakat. Pemerintah lebih berfungsi sebagai fasilitator, khususnya dalam penyediaan anggaran. Oleh karena itu, keterlibatan aktif masyarakat menjadi faktor kunci keberhasilan acara, mengingat tradisi Tabuik merupakan bagian dari kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Selain koordinasi di tingkat lokal, pemerintah daerah juga telah menjalin komunikasi dengan Kementerian Pariwisata dan mengajukan proposal dukungan. Bahkan, terdapat kemungkinan Menteri Pariwisata akan hadir langsung dalam perhelatan tersebut. Di sisi lain, pemerintah provinsi juga dilibatkan untuk memperkuat sinergi dalam menyukseskan acara ini.
Tidak hanya berfokus pada satu event, Kota Pariaman juga telah menyusun kalender pariwisata sepanjang 2026 dengan total 43 kegiatan. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah, instansi terkait, perguruan tinggi, serta komunitas lokal. Ragam kegiatan tersebut mencakup sektor seni, budaya, hingga olahraga yang dirancang untuk meningkatkan kunjungan wisatawan.
Beberapa agenda unggulan yang kembali akan digelar antara lain Pesona Budaya Hoyak Tabuik dan Pariaman Barayo. Kedua event ini sebelumnya terbukti mampu menarik ribuan pengunjung, sehingga diharapkan kembali menjadi magnet utama pariwisata Kota Pariaman pada tahun 2026.(*/zoe)











