Internasional

Iran-Amerika Kembali Memanas, Enam Negara Dapat Serangan

×

Iran-Amerika Kembali Memanas, Enam Negara Dapat Serangan

Sebarkan artikel ini
(ilustrasi : gemini ai)

SINDOTIME.COM-Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah Teheran melancarkan serangkaian serangan rudal yang diklaim menyasar fasilitas militer AS di kawasan Teluk Persia. Aksi tersebut disebut sebagai respons langsung atas operasi militer Washington yang sebelumnya menghantam sejumlah target di wilayah Iran.

Berdasarkan laporan AFP pada 12 Juli, ledakan dilaporkan terdengar di sejumlah negara kawasan Teluk, termasuk Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), dan Bahrain. Di saat yang sama, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melalui siaran resminya mengklaim telah menyerang target militer AS di enam negara, yakni Qatar, UEA, Arab Saudi, Kuwait, Bahrain, dan Yordania.

Dalam pernyataan yang disampaikan salah seorang pejabat IRGC, Iran menegaskan bahwa serangan tersebut telah diperingatkan sebelumnya. “Anda telah diperingatkan. Tidak ada lagi alasan. Kami harus menyerang,” ujar petinggi IRGC.

IRGC melalui pernyataan resmi yang disiarkan televisi pemerintah Iran, IRIB, dan dikutip Al Jazeera, menyebut salah satu sasaran utama adalah pangkalan udara milik Amerika Serikat di Yordania. Menurut mereka, pangkalan tersebut menjadi lokasi penyimpanan pesawat nirawak MQ-9. Iran mengklaim rudal balistik yang ditembakkan berhasil menghantam pusat komando dan kendali di instalasi militer tersebut.

Baca Juga  Gegara Isu Aset yang Diblokir dan Material Nuklir, Kesepakatan Damai AS-Iran Terancam Gagal

Teheran menyebut sejumlah faktor menjadi alasan di balik operasi militernya. Salah satunya adalah langkah Amerika Serikat yang terus mendorong kapal-kapal tanker melintasi Selat Hormuz, meskipun Iran mengaku telah menutup jalur pelayaran strategis tersebut. Selain itu, Iran juga menuduh militer AS menyerang fasilitas telekomunikasi di kawasan pesisir selatan negaranya.

Iran menegaskan bahwa gelombang serangan yang telah dilancarkan bukan merupakan akhir dari operasi militer mereka. IRGC memperingatkan bahwa setiap tindakan militer lanjutan dari Amerika Serikat akan dibalas dengan serangan yang lebih besar. “Agresi berkelanjutan dari AS akan menyebabkan respons yang lebih keras,” demikian pernyataan perwakilan IRGC.

Konflik ini sendiri terus memanas sejak Kamis (9/7), ketika Iran mulai melancarkan serangan balasan dan memperingatkan Washington agar menghentikan seluruh operasi militernya. Teheran bahkan mengancam akan menyerang seluruh fasilitas militer AS di kawasan Teluk apabila Amerika kembali menggempur wilayah Iran.

Baca Juga  Sinyal AS Serang Iran Kian Menguat, Tiongkok Tegaskan Bela Taheran

Namun, peringatan tersebut tidak menghentikan operasi militer Washington. Mengutip laporan CNN, Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran pada Sabtu (12/7). Pemerintah AS berdalih tindakan itu dilakukan sebagai respons atas serangan Iran terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.

Pusat Komando Militer Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan operasi tersebut dimulai pada Minggu (12/7) pukul 23.15 GMT atau sekitar pukul 02.45 waktu Teheran. Dalam keterangannya, CENTCOM menyebut serangan itu dilaksanakan atas arahan Presiden Donald Trump.

Menurut CENTCOM, operasi militer terbaru dilakukan setelah IRGC secara terbuka menyerang sebuah kapal kontainer berbendera Siprus yang sedang berlayar di Selat Hormuz. “Amerika Serikat menyebabkan kerugian besar dengan terus melemahkan kemampuan Iran untuk menyerang pelaut sipil dan kapal komersial yang bebas melintasi Selat Hormuz,” demikian pernyataan CENTCOM.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth menilai tindakan Iran sebagai keputusan yang keliru dan menegaskan bahwa Teheran kini harus menanggung konsekuensinya. “Sekarang mereka membayar akibatnya,” kata Hegseth.(*/zoe)