SINDOTIME.COM-Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) menempatkan Geopark Ranah Minang Silokek sebagai bagian dari pembangunan daerah, tidak hanya sebagai destinasi wisata. Pengembangan kawasan tersebut diarahkan untuk menjaga warisan alam dan budaya sekaligus meningkatkan daya saing pariwisata, mengakselerasi UMKM, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Hal itu disampaikan Gubernur Sumbar, Mahyeldi, saat membuka Meeting Evaluasi Aspiring UNESCO Global Geopark Ranah Minang Silokek di Ruang Rapat Istana Gubernuran, Minggu malam (16/08/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari proses evaluasi untuk memperoleh pengakuan sebagai UNESCO Global Geopark.
Mahyeldi mengatakan, upaya tersebut merupakan komitmen Sumbar untuk menunjukkan kepada dunia warisan yang dimiliki daerah, dengan tetap memastikan keberadaannya memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kita berbicara warisan alam dijaga, pengetahuan ditumbuhkan. Ditempatkan sebagai instrumen pembangunan daerah. Kekuatan Silokek: geodiversity, biodiversity, cultural diversity,” ujar Mahyeldi.
Menurutnya, kekuatan Geopark Silokek terlihat dari berbagai aspek. Dari sisi geologi, kawasan ini memiliki bentang alam yang terbentuk melalui perjalanan jutaan tahun. Sementara dari sisi budaya terdapat adat Minangkabau, sistem nagari, dan budaya lokal yang masih hidup di tengah masyarakat. Kekayaan tersebut juga dilengkapi keberagaman ekosistem dari sisi hayati.
Mahyeldi menyebut Silokek sebagai “buku bumi” yang terbuka, yang menggambarkan perjalanan geologi dalam rentang waktu jutaan tahun. Karena itu, kekayaan tersebut harus dijaga sekaligus dikembangkan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
“Silokek adalah buku bumi yang terbuka kepada kita. Silokek merupakan bagian kekayaan Indonesia dan salah satu permata Sumbar agar semakin dikenal di dunia,” katanya.
Dalam konteks pembangunan daerah, pengembangan geopark telah ditempatkan dalam arah pembangunan Sumbar melalui RPJPD, RPJMD, serta pendekatan Green Province. Geopark juga menjadi bagian dari pembangunan Sumbar menuju 2045, khususnya dalam meningkatkan daya saing pariwisata dan mempercepat pengembangan UMKM.
Karena itu, Pemprov Sumbar berharap proses evaluasi dapat menjadi momentum untuk semakin memperkuat pengelolaan Geopark Ranah Minang Silokek, mulai dari dokumen, tata kelola, infrastruktur, pengembangan wisata, hingga ekonomi kreatif.
Evaluator UNESCO, Nikolas Klee, menyampaikan apresiasinya atas kesempatan untuk melihat langsung pengembangan Geopark Silokek. Ia mengatakan proses yang dilakukan bukan semata-mata untuk menilai, tetapi juga menjadi ruang berbagi pengalaman dalam pengembangan geopark.











