SINDOTIME.COM-Menjelang pelaksanaan Padang Pariaman Barefoot Running 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 1 Agustus 2026, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman terus mematangkan berbagai persiapan agar ajang olahraga tersebut dapat terselenggara dengan aman dan sukses. Event yang akan dipusatkan di Kampung Nelayan, Nagari Katapiang, Kecamatan Batang Anai itu kini diproyeksikan menjadi salah satu agenda sport tourism terbesar di daerah.
Kesiapan penyelenggaraan dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar di Ruang Rapat Sekretaris Daerah, Kamis (23/7). Pertemuan tersebut dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Padang Pariaman bersama Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Anton Wira Tanjung. Turut hadir jajaran Forkopimda, di antaranya perwakilan Kodim 0308/Pariaman, Polres Padang Pariaman, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), serta sejumlah instansi pendukung lainnya.
Dalam rapat tersebut, Sekretaris Daerah menekankan pentingnya kesiapan seluruh perangkat daerah sesuai tugas dan kewenangan masing-masing. Menurutnya, tingginya animo masyarakat terhadap kegiatan tersebut menuntut penyelenggara memastikan seluruh aspek teknis maupun pelayanan dipersiapkan secara optimal agar pelaksanaan berlangsung tanpa kendala.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Padang Pariaman, Anton Wira Tanjung, mengungkapkan jumlah peserta yang telah mendaftar hingga saat ini mencapai sekitar 1.700 orang. Peserta tidak hanya berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat, tetapi juga dari sejumlah daerah lain seperti Medan, Palembang, dan Pekanbaru. Bahkan, ajang ini juga menarik minat pelari dari luar negeri.
“Antusiasme masyarakat terhadap Padang Pariaman Barefoot Running 2026 sangat luar biasa. Awalnya event ini dirancang sebagai ajang olahraga tingkat regional Sumatera Barat, namun melihat jumlah peserta yang terus bertambah dan berasal dari berbagai daerah bahkan mancanegara, kini event ini telah berkembang menjadi kegiatan berskala nasional,” ujar Anton.
Meningkatnya jumlah peserta, lanjut Anton, berdampak pada semakin kompleksnya kebutuhan penyelenggaraan. Karena itu, koordinasi lintas sektor menjadi hal yang sangat penting untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar sekaligus memberikan pengalaman terbaik bagi seluruh peserta.
Berbagai unsur diminta memperkuat kolaborasi, mulai dari pengamanan, pengaturan arus lalu lintas, pelayanan kesehatan, penanganan keadaan darurat, hingga penyediaan fasilitas umum dan pelayanan bagi peserta maupun pengunjung. Sinergi tersebut diharapkan mampu mendukung kelancaran acara sejak persiapan hingga kegiatan berakhir.
Selain itu, sejumlah aspek teknis juga menjadi fokus perhatian panitia, di antaranya kesiapan lintasan lomba, area start dan finish, water station, ruang penyimpanan barang (locker), kebersihan toilet dan musala, kesiapan tenaga medis beserta ambulans, tim SAR, rekayasa lalu lintas, area parkir, pemberdayaan pelaku UMKM, hingga pengelolaan kebersihan selama dan setelah kegiatan berlangsung.
“Melalui rapat koordinasi ini kami menyamakan persepsi dengan seluruh OPD, TNI-Polri, dan seluruh pihak yang terlibat agar masing-masing memahami tugas dan tanggung jawabnya. Kami ingin seluruh peserta merasa aman, nyaman, dan mendapatkan pelayanan terbaik selama mengikuti Padang Pariaman Barefoot Running 2026,” katanya.











