News

Aku Sesuai Sangkaan Hamba-Ku Kepada-Ku

×

Aku Sesuai Sangkaan Hamba-Ku Kepada-Ku

Sebarkan artikel ini
(foto : putra sgm/sindotime)

SINDOTIME.COM–ADA kalanya kehidupan membawa seorang hamba pada keadaan yang tidak sesuai dengan harapan. Doa belum terjawab, usaha belum membuahkan hasil, persoalan datang silih berganti, bahkan terkadang hati bertanya, “Mengapa Allah belum memberikan apa yang aku harapkan?”

Di saat seperti itulah seorang mukmin perlu menjaga prasangkanya kepada Allah.

Allah Ta’ala berfirman dalam hadis qudsi : “Aku sesuai dengan sangkaan hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku.” Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim.

Husnuzan kepada Allah

Berbaik sangka kepada Allah atau husnuzan billah berarti meyakini bahwa Allah memiliki sifat-sifat kesempurnaan: Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Mengetahui, Maha Bijaksana, Maha Mengampuni, dan tidak pernah menzalimi hamba-Nya.

Baca Juga  Mudik Tidak Sekedar Lancar

Apa yang menurut manusia baik, belum tentu baik menurut Allah. Sebaliknya, sesuatu yang tidak disukai manusia bisa saja mengandung kebaikan yang besar.

Allah mengingatkan:

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui”. (QS. Al-Baqarah: 216)

Karena itu, ketika doa belum dikabulkan sebagaimana yang kita inginkan, jangan buru-buru menyimpulkan bahwa Allah tidak mendengar. Allah mendengar. Allah mengetahui. Allah mengatur.

Hanya saja, jawaban Allah tidak selalu datang dalam bentuk yang kita harapkan.

Sangkaan yang Baik Harus Disertai Amal

Husnuzan kepada Allah bukan berarti seseorang boleh meninggalkan ikhtiar. Mengatakan, “Saya yakin Allah akan menolong saya,” harus dibuktikan dengan usaha, doa, kesabaran, dan ketaatan. Seorang yang sakit tetap berobat sambil berharap kepada Allah. Seorang yang sedang mencari rezeki tetap bekerja sambil meyakini bahwa rezekinya berada dalam ketetapan Allah. Seorang yang menghadapi persoalan tetap mencari jalan keluar sambil menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah. Inilah keseimbangan antara ikhtiar dan tawakal.

Baca Juga  Susunan Direksi dan Komisaris PT Semen Padang Resmi Berganti

Allah berfirman : “Kemudian apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakal. (QS. Ali ‘Imran: 159)

Jangan Berputus Asa dari Rahmat Allah

Salah satu bentuk buruk sangka kepada Allah adalah merasa bahwa dosa kita terlalu besar untuk diampuni atau masalah kita terlalu berat untuk mendapatkan jalan keluar.