SINDOTIME.COM—Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Limapuluh Kota tengah mendalami kasus dugaan pencurian komponen penting pada ambulans milik Masjid Jami’ Nurul Ikhlas di Jorong Sarilamak, Kenagarian Sarilamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota. Peristiwa ini ramai diperbincangkan masyarakat setelah rekaman dan informasinya tersebar di media sosial.
Kasus tersebut terungkap pada Sabtu, 9 Mei, sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu, seorang pengurus masjid bernama Budi berencana membersihkan ambulans jenis Daihatsu Luxio yang biasa digunakan untuk kebutuhan sosial dan pelayanan warga. Namun ketika mesin kendaraan dinyalakan, ia mendapati suara mesin terdengar tidak normal dan berbeda dibanding biasanya.
Kecurigaan itu mendorong pelapor memeriksa bagian bawah kendaraan. Dari hasil pengecekan, diketahui komponen catalytic converter pada sistem knalpot ambulans telah hilang diduga dicuri oleh pelaku yang belum diketahui identitasnya.
Untuk memastikan dugaan tersebut, pihak masjid kemudian memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi. Dari rekaman itu, terlihat tiga orang tak dikenal yang dicurigai terlibat dalam aksi pencurian komponen kendaraan ambulans tersebut.
Akibat kejadian ini, pihak masjid diperkirakan mengalami kerugian materi mencapai Rp12,7 juta. Kehilangan komponen tersebut juga membuat ambulans tidak dapat beroperasi secara normal untuk sementara waktu.
Laporan resmi atas kejadian itu telah diterima oleh Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Limapuluh Kota dan langsung ditindaklanjuti oleh Satreskrim untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Polisi disebut telah melakukan sejumlah tahapan awal, mulai dari menerima laporan korban, menerbitkan bukti laporan, hingga mengoordinasikan penanganan perkara kepada unit penyidik terkait.
Selain itu, kepolisian mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap kendaraan yang diparkir di area terbuka, terutama pada malam hari atau di lokasi minim pengawasan. Warga juga diminta segera melapor apabila menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.
Kasat Reskrim Polres Limapuluh Kota, Muhammad Indra Prakoso, menyebut proses penanganan perkara masih berlangsung. Menurutnya, penyidik harus bekerja secara hati-hati karena pelaku yang diduga terlibat disebut masih berusia anak.
“Mohon waktunya, laporannya sudah masuk dan karena kebetulan pelakunya diduga anak, maka perlu kehati-hatian,” ujarnya singkat.
Hingga kini, polisi masih terus mengumpulkan keterangan dan mendalami bukti-bukti untuk mengungkap identitas serta peran para pelaku dalam kasus pencurian tersebut. (*/zoe)











