SINDOTIME.COM-Kepolisian Daerah Sumatera Barat menggelar kegiatan keagamaan berskala besar berupa tabligh akbar pada 16 Maret di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi. Acara ini menghadirkan penceramah nasional, Ustadz Abdul Somad, dan diikuti oleh ribuan peserta yang terdiri dari personel kepolisian, unsur Forkopimda, serta masyarakat umum. Antusiasme jemaah terlihat dari penuhnya area masjid saat ceramah berlangsung.
Sebelum tampil di masjid, Ustadz Abdul Somad terlebih dahulu memberikan pembinaan rohani kepada jajaran kepolisian di Markas Polda Sumbar yang berlokasi di Kota Padang. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan mental dan spiritual anggota kepolisian dalam menjalankan tugas sehari-hari.
Dalam rangkaian acara yang sama, Polda Sumbar juga memperkenalkan pendekatan baru dalam pelaksanaan tugas, yakni konsep culture policing atau pemolisian berbasis nilai budaya. Implementasi konsep ini ditandai dengan penunjukan Ustadz Abdul Somad sebagai penasihat Polda Sumbar. Pengukuhan tersebut dilakukan secara simbolis melalui penyerahan selempang dan piagam oleh Kapolda Sumbar, Gatot Tri Suryanta.
Kapolda menegaskan bahwa pendekatan budaya menjadi strategi penting dalam meningkatkan efektivitas penegakan hukum. Menurutnya, hukum akan lebih mudah diterima masyarakat apabila dijalankan selaras dengan nilai adat dan kearifan lokal, khususnya falsafah Minangkabau “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah” (ABS-SBK). Ia juga menekankan bahwa peran polisi tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai penjaga harmoni sosial dalam masyarakat.
“Kami meyakini aturan hukum negara akan lebih efektif jika disinergikan dengan norma adat istiadat dan nilai luhur, terutama falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) di Minangkabau,” ucap Gatot Tri Suryanta.
Sementara itu, Kabiro SDM Polda Sumbar, Anissullah M. Ridha, menyampaikan bahwa kehadiran Ustadz Abdul Somad sebagai penasihat diharapkan dapat memperkuat pembinaan karakter anggota. Ia menekankan pentingnya membentuk sosok Bhayangkara yang tidak hanya kompeten secara profesional, tetapi juga memiliki integritas moral dan spiritual yang tinggi.












