SINDOTIME.COM-Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) mengingatkan masyarakat agar lebih selektif dalam memilih jalur perjalanan selama periode mudik Lebaran. Jalur Malalak, meskipun sudah dapat dilalui kendaraan, dinilai belum layak dijadikan rute utama karena masih tingginya potensi longsor, terutama akibat kondisi cuaca yang tidak menentu.
Imbauan ini muncul seiring meningkatnya volume kendaraan menjelang hari raya, di mana faktor keselamatan menjadi prioritas utama. Pihak dinas menegaskan bahwa kelayakan suatu jalan tidak hanya dilihat dari bisa atau tidaknya dilalui, tetapi juga dari tingkat risikonya terhadap pengguna jalan.
Pejabat teknis BMCKTR Sumbar, Tommy Prima Putra, menjelaskan bahwa karakter geografis kawasan Malalak yang didominasi lereng curam membuatnya sangat rentan terhadap pergerakan tanah. Kondisi ini semakin berbahaya saat curah hujan tinggi, yang kerap terjadi belakangan ini. Oleh karena itu, meskipun akses sudah terbuka, jalur tersebut belum direkomendasikan untuk dilalui pemudik dalam jumlah besar.
Sebagai opsi yang lebih aman, masyarakat disarankan menggunakan jalur Lembah Anai. Walaupun masih terdapat pekerjaan perbaikan pascabencana di beberapa titik, jalur ini dinilai lebih siap dari segi pengawasan dan penanganan teknis. Selain itu, akses di Lembah Anai lebih mendukung mobilisasi tim darurat apabila terjadi gangguan di perjalanan.
“Kondisi di jalur Malalak saat ini memang sudah terbuka dan bisa dilalui. Namun, kami sangat tidak menyarankan pemudik lewat sana karena cuaca di Sumatera Barat saat ini sulit diprediksi dan sering hujan lebat. Risiko longsor sewaktu-waktu masih sangat tinggi,” ujar Tommy Prima Putra dalam sesi jumpa pers di Kantor Diskominfotik Sumbar, Padang pada (16/3).
Pemerintah juga memastikan bahwa koordinasi lintas instansi terus diperkuat guna menjamin kelancaran arus mudik. Sejumlah pihak seperti Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN), Dinas PU, serta pemerintah daerah kabupaten/kota dilibatkan dalam pemantauan kondisi infrastruktur secara berkala.











