SINDOTIME.COM-Meninggalnya seorang siswi SDN 33 Rawang, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, berinisial NH, menjadi perhatian luas masyarakat. Dugaan yang disampaikan pihak keluarga bahwa korban mengalami perundungan di lingkungan sekolah sebelum meninggal dunia memicu gelombang reaksi publik dan ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial.
Perhatian terhadap kasus tersebut juga datang dari Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat, Nanda Satria. Untuk memperoleh informasi secara langsung, Nanda bersama Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang dan rombongan mendatangi SDN 33 Rawang pada Senin (27/7). Kunjungan itu dilakukan guna mengklarifikasi berbagai informasi yang berkembang terkait dugaan perundungan terhadap korban.
Menurut Nanda, banyaknya informasi yang beredar di media sosial justru menimbulkan kebingungan karena belum seluruhnya didukung fakta yang jelas. Salah satu isu yang mencuat adalah dugaan adanya pembiaran terhadap tindakan perundungan di lingkungan sekolah.
“Makanya saya bersama Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang langsung ke sekolah untuk meminta keterangan dari pihak sekolah,” katanya.
Dari hasil penelusuran awal serta keterangan yang diperoleh dari pihak sekolah, Nanda mengatakan belum ditemukan bukti ataupun indikasi yang mengarah pada terjadinya perundungan terhadap korban.
“Inilah yang menimbulkan tanda tanya besar bagi kita saat ini. Sehingga kami sarankan juga kepada pihak keluarga yang merasa jadi korban untuk membawa kasus ini ke pihak berwajib untuk bisa ditemukan fakta dan kebenaran yang sebenarnya,” ungkap Nanda.
Ia menjelaskan, berdasarkan penuturan para guru, siswa yang sempat disebut sebagai terduga pelaku perundungan diketahui merupakan teman dekat korban, bahkan juga berteman baik dengan saudara kembar NH.
“Sebaiknya biar tidak menjadi bola liar dan kesimpangsiuran informasi, kepada pihak keluarga bawa saja ke ranah hukum untuk mendapatkan faktanya,” imbuhnya.











