Padang

Peringati Hari Anak Nasional, Pertegas Komitmen Pendidikan Inklusif dan Ramah Anak

×

Peringati Hari Anak Nasional, Pertegas Komitmen Pendidikan Inklusif dan Ramah Anak

Sebarkan artikel ini
(foto : pemko padang)

SINDOTIME.COM—Peringatan Hari Anak Nasional menjadi momentum krusial bagi Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) untuk memperkuat komitmen dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang ramah, layak, aman, serta inklusif bagi seluruh anak tanpa terkecuali.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Yopi Krislova, menegaskan bahwa setiap anak—mulai dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga pendidikan dasar dan menengah—berhak memperoleh ruang belajar yang aman dan nyaman untuk tumbuh secara optimal.

“Menyambut Hari Anak Nasional, Pemerintah Kota Padang sangat mendukung agar anak-anak mendapatkan pendidikan yang ramah, layak, serta budaya sekolah yang aman dan nyaman,” ujar Yopi Krislova saat ditemui di Kantor Disdikbud Kota Padang, Kamis (23/7).

Menciptakan ekosistem sekolah yang kondusif, Yopi menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah daerah, satuan pendidikan, tenaga pendidik, orang tua, hingga elemen masyarakat. Pengawasan bersama dinilai menjadi kunci utama dalam memastikan proses belajar-mengajar terbebas dari tindakan perundungan (bullying).

Baca Juga  Padang Bidik Target Lepas dari ATS pada 2029, Operator Harus Kapabel

“Pemerintah daerah bersinergi dan berkolaborasi dengan seluruh satuan pendidikan serta masyarakat untuk saling mengawasi agar anak-anak mendapatkan pendidikan yang layak dan tidak terjadi perundungan di sekolah,” tambahnya.

Selain isu keamanan sekolah, Disdikbud Kota Padang memberi perhatian khusus pada pemenuhan hak pendidikan inklusif. Konsep ini menjamin anak penyandang disabilitas dan anak berkebutuhan khusus (ABK) untuk memiliki kesempatan belajar yang setara di lingkungan sekolah umum.

“Pendidikan inklusif adalah pendidikan untuk semua. Baik anak penyandang disabilitas maupun anak berkebutuhan khusus, semuanya memiliki hak yang sama di bidang pendidikan. Tidak boleh ada anak yang tidak mendapatkan pendidikan,” tegas Yopi.

Baca Juga  Selamatkan Masa Depan Anak, Tekan ATS Hingga Nihil

Guna mendukung efektivitas pendidikan inklusif, Disdikbud Kota Padang mengimbau para orang tua agar tidak ragu menyekolahkan anak berkebutuhan khusus di sekolah umum. Nantinya, setiap anak akan menjalani proses asesmen terlebih dahulu agar mendapatkan layanan pendidikan yang presisi dan sesuai dengan tingkat kemampuannya.

Penguatan sistem pendidikan yang merata dan merangkul semua pihak ini diharapkan mampu menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) sekaligus mengerek kualitas serta mutu pendidikan di Kota Padang.

“Ke depan, kita berharap seluruh masyarakat dapat mengakses pendidikan. Mudah-mudahan kita dapat mengurangi angka anak tidak sekolah dan terus meningkatkan mutu pendidikan untuk mewujudkan Padang Juara,” tutupnya.(*/zoe)