Nasional

Usai Pertemuan Intensif 5 Jam dengan Putin, Prabowo Tiba di Paris

×

Usai Pertemuan Intensif 5 Jam dengan Putin, Prabowo Tiba di Paris

Sebarkan artikel ini
TIBA : Presiden RI, Prabowo Subianto saat tiba di Paris, Prancis untuk membahas sejumlah kerja sama bilateral.(BPMI Setpres)

SINDOTIME.COM-Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melanjutkan rangkaian diplomasi tingkat tinggi di kawasan Eropa dengan tiba di Paris, Prancis, pada Senin malam, 13 April 2026 sekitar pukul 23.50 waktu setempat. Kedatangan tersebut berlangsung setelah Presiden menyelesaikan agenda penting di Kremlin bersama Presiden Vladimir Putin.

Pertemuan di Moskow yang berlangsung kurang lebih lima jam itu dinilai mencerminkan keseriusan kedua negara dalam memperdalam hubungan strategis. Diskusi antara Indonesia dan Rusia mencakup isu-isu krusial seperti kerja sama energi, pengelolaan sumber daya mineral, hingga penguatan sektor industri nasional. Usai pertemuan tersebut, Presiden Prabowo langsung melanjutkan perjalanan udara selama sekitar 3,5 jam menuju Paris tanpa jeda panjang.

Baca Juga  Dipimpin Mendagri, Puncak HUT Ke-74 Satpol PP dan Ke-62 Satlinmas Tahun 2024 Digelar di Halaman Kompleks Istana Gubernur Sumbar

“Setelah melakukan pertemuan yang berlangsung selama lima jam dengan Presiden Putin di Istana Kremlin, Bapak Presiden langsung bertolak menuju Prancis dengan waktu tempuh sekitar 3,5 jam dan tiba tengah malam di Paris,” ujar Seskab Teddy.

Setibanya di ibu kota Prancis, Presiden dijadwalkan segera melanjutkan agenda diplomatik berikutnya. Salah satu pertemuan utama adalah dialog empat mata dengan Presiden Emmanuel Macron yang akan digelar di Istana Élysée. Pertemuan ini diarahkan untuk memperkuat kemitraan strategis antara Indonesia dan Prancis di berbagai bidang.

Baca Juga  Mulai Tahun 2027, Seluruh Kendaraan Baru Wajib Kantongi e-BPKB

“Besok Bapak Presiden akan melakukan pertemuan empat mata dengan Presiden Macron di Istana Élysée untuk membahas peningkatan kerja sama strategis kedua negara,” ungkap Seskab.

Lebih dari sekadar membahas hubungan bilateral, agenda tersebut juga dimanfaatkan Indonesia untuk menyampaikan sikap dan pandangan terhadap perkembangan global. Pemerintah Indonesia berupaya menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas internasional serta mendorong terciptanya perdamaian dunia melalui jalur diplomasi aktif.(*/zoe)