Selama kunjungan Staf Khusus Menteri Agama RI, Tim Humas berhasil menghasilkan berbagai berita yang mengangkat isu-isu strategis, mulai dari penguatan pendidikan karakter santri, implementasi Kurikulum Berbasis Cinta, penguatan moderasi beragama, kolaborasi menuju Indonesia Emas 2045, hingga sinergi pemerintah daerah, madrasah, pondok pesantren, dan tokoh masyarakat dalam mendukung program prioritas Kementerian Agama.
Yasril juga mengapresiasi kemampuan Tim Humas dalam mendokumentasikan setiap momen penting secara profesional. Foto, video, siaran pers, hingga publikasi di media sosial tersaji dengan baik sehingga mampu memperkuat penyebarluasan informasi sekaligus membangun citra positif institusi.
Menurutnya, peran humas saat ini sangat strategis. Humas bukan hanya penyampai informasi, tetapi juga menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Oleh karena itu, kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi menjadi kebutuhan yang harus terus ditingkatkan.
Keberhasilan publikasi kunjungan Staf Khusus Menteri Agama RI ini sekaligus menjadi wujud nyata implementasi Asta Protas Kementerian Agama, khususnya pada aspek Transformasi Digital dan Penguatan Tata Kelola Pemerintahan.
Melalui publikasi yang cepat, akurat, transparan, dan berbasis teknologi digital, Kementerian Agama Kota Padang terus membangun pelayanan informasi publik yang berkualitas, akuntabel, dan mudah diakses masyarakat.
Yasril berharap capaian tersebut menjadi motivasi bagi seluruh jajaran Humas untuk terus meningkatkan kompetensi, kreativitas, serta inovasi dalam menghasilkan konten-konten yang informatif, edukatif, dan inspiratif. Menurutnya, setiap karya jurnalistik yang lahir dari Humas merupakan wajah Kementerian Agama yang akan dinilai oleh masyarakat.
“Teruslah berkarya, jangan cepat berpuas diri. Jadikan setiap pemberitaan sebagai media dakwah, edukasi, dan penguatan kepercayaan masyarakat kepada Kementerian Agama. Saya berharap Tim Humas terus menghadirkan inovasi, menjaga kualitas informasi, dan memperkuat kolaborasi sehingga Kementerian Agama Kota Padang semakin dikenal sebagai institusi yang terbuka, profesional, dan melayani,” pesan Yasril.











