Humanity

Kembali Pulang

×

Kembali Pulang

Sebarkan artikel ini
Oleh : Oleh : Virzy Aqisha Ramadhani (Siswi SMA Negeri 1 Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman)

Namun dari dalam lubuk hati orang tua Myra, yang mereka butuhkan bukan hanya sekedar uang Myra, akan tetapi kehadirannya di sisi mereka.  Waktu terus berjalan tanpa henti. Myra tetap menjalani rutinitasnya seperti biasa, tetapi ada perasaan mengganjal yang tak bisa dijelaskan di dalam hatinya. Keheningan dan kesunyian selalu menyelimuti gelapnya malam, kekosongan yang diam diam selalu berada di dalam dirinya. Myra merasa terusik akan hal itu.

Hingga suatu hari setelah sekian lama, penantian yang Myra tunggu-tunggu akhirnya datang juga. Kesibukannya mereda, tak ada pekerjaan yang menuntut untuk di selesaikan, memberi ruang bagi Myra untuk bernafas sejenak. Kesempatan emas inilah Myra manfaatkan untuk bisa pulang ke rumahnya. Tanpa ragu, Myra memesan tiket bus untuk kembali kerumahnya keesokan hari. Namun, muncul kabar yang tak pernah ia duga.

Baca Juga  Kontroversi Lee Gwan Hee, Terang-terangan tak Suka Hong Jin Kyung

“Kak Myra, pulang ya kak… Ayah sama ibu udah nggak ada.” Myra terpaku. Jantungnya berdegup lebih kencang dari biasanya. Myra memastikan bahwa pesan yang ia baca hanyalah sebuah kesalahan, namun isi pesan itu tetap sama setiap kali ia membacanya, tak berubah sedikitpun. Myra berkali-kali menampar dirinya sendiri berharap ini semua hanyalah bunga tidur yang akan lenyap saat ia terbangun, namun kenyataan justru sebaliknya.

“Apa maksudnya…?” balas Myra dalam menahan getaran tubuhnya yang menyakitkan.  “Ayah kecelakaan tertabrak mobil di jalan kak… Ayah sempat dilarikan kerumah sakit, tapi sayangnya ayah gak bisa di selamatkan.” “Kita semua waktu itu langsung nyusul ayah kerumah sakit, tapi setelah melihat kondisi Ayah… Ibu langsung drop kak karena jantungnya kambuh. Ibu langsung dibawa keruangan lain, Dokter udah ngelakuin segala cara tapi… Ibu juga nggak tertolong kak..”.

Baca Juga  Sang Maestro Ranah Minang Itu Telah Pergi, Selamat Jalan Yus Dt. Parpatiah

“Aku sama Noval udah gatau harus gimana lagi sekarang kak… kak Myra tolong pulang ya kak…” Air mata Myra jatuh begitu saja. Ia tak menyangka, segala sesuatu yang ia nantikan, yang ia usahakan, sudah tak berarti lagi. Tanpa pikir panjang, Myra langsung membatalkan tiket yang ia pesan untuk esok hari, dan langsung memesan tiket di hari itu juga.

Bukan hanya rindu yang ia bawa pulang, akan tetapi juga penyesalan dan perasaan yang ia abaikan selama ini.  Setibanya di tempat asalnya, yaitu rumah yang selalu menunggu kehadiran Myra untuk kembali, kini menghadirkan keramaian yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Di dalam rumah itu, dua sosok yang selama ini menunggu kehadirannya kini terbaring kaku dalam keheningan. “Maaf… Myra terlambat.”