Headline

Padang Masuk Level Hitam, Padang Pariaman Makin Mengkhawatirkan

×

Padang Masuk Level Hitam, Padang Pariaman Makin Mengkhawatirkan

Sebarkan artikel ini
(foto : zoe/sindotime)

SINDOTIME.COM-Dampak kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di sejumlah provinsi tetangga, makin mengkhawatirkan kualitas udara di Sumbar. Bahkan di Kota Padang, hasil pemantauan Air Quality Monitoring System (AQMS) Padang Pasir, menunjukan, kualitas udara di ibu kota provinsi tersebut sudah masuk level hitam.

Ini setelah nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) (partikel udara yang berukuran sangat kecil, yakni kurang dari atau sama dengan 2,5 mikrometer (mikron)) PM2.5 pada pukul 06.00 WIB mencapai di angka 440, atau masuk dalam kategori berbahaya. Begitu juga di Padang Pariaman di mana, hasil pantauan AMSQ Parik Malintang menunjuk jika nilai ISPU PM2.5 yang mencapai 183 atau masuk dalam kategori tidak sehat.

“Ya, di Padang Pariaman pun pagi ini sepertinya meningkat menjadi 183 (nilai ISPU PM2.5),” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DLHPKPP) Kabupaten Padang Pariaman, Andri Satria Masri, Senin (14/9/2026)

Dan yang cukup mengejutkan, PM10 (partikel udara berukuran sangat kecil dengan diameter 10 mikrometer atau kurang, yang dapat terhirup dan masuk ke dalam saluran pernapasan) yang sebelumnya masih landai, sekarang di Kota Padang sudah mencapai angka 404. Sedangkan di Padang Pariaman mencapai di angka 97.

Baca Juga  Ini Jalur Alternatif untuk Hindari Jalinsum yang Putus Total di Dharmasraya

Penampakan angka tersebut membuktikan jika kualitas udara di Kota Padang dan Padang Pariaman sangat mengkhawatirkan. Sebab jauh menurun jika dibandingkan dengan sebelumnya di mana nilai ISPU PM2.5 Kota Padang yang hanya mencapai angka 297 dan Padang Pariaman yang mencapai angka 143.

Penurunan kualitas udara tersebut, dinilai dipengaruhi arah angin yang berhembus dari selatan. Sehingga kabut asap yang ada di provinsi tentangga seperti Sumsel dan Lampung, berterbangan di bawa angin hingga masuk ke Sumbar.

“Mungkin arah angin dari Selatan. Arah Selatan Sumsel yang banyak Karhutla,” kata mantan aktivis Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) tesebut.