HeadlinePadangpariaman

Rawan, Bupati Ungkap Sejumlah Temuan di Berbagai SPPG di Padang Pariaman

×

Rawan, Bupati Ungkap Sejumlah Temuan di Berbagai SPPG di Padang Pariaman

Sebarkan artikel ini
(foto : pemkab padang pariaman)

SINDOTIME.COM-Belajar dari insiden keracunan yang dialami puluhan siswa MTsN 1 Kota Pariaman usai santap Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin (14/9), pelaksanaan program unggulan Badan Gizi Nasional (BGN) tersebut, kini menjadi perhatian serius Pemkab Padang Pariaman.

Ini dimaksud sebagai langkah antisipasi, agar kejadian serupa tidak ikut menimpa para pelajar yang ada di bumi Saiyo Sakato.

Menyikapi persoalan tersebut, Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk memeriksa kondisi dan operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ada di wilayahnya.

Bersama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman dan jajarannya, Bupati melakukan peninjauan langsung ke sejumlah SPPG di Kabupaten Padang Pariaman, Selasa (15/9/2026). Tiga SPPG yang dikunjungi yakni SPPG Ketaping, SPPG Anduang Sintuk, dan SPPG Lubuk Alung.

Baca Juga  Digagas Irwan Zuldani, Festival Seni Budaya Giat Seni dari Kuranji Harmoni Untuk Negeri Digelar

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh proses penyediaan makanan bagi penerima manfaat benar-benar memenuhi standar kebersihan, keamanan pangan, higiene dan sanitasi.

Satu per satu tahapan diperiksa Bupati, mulai dari penerimaan bahan pangan, penyimpanan, proses pengolahan, hingga makanan siap disajikan dan didistribusikan kepada penerima manfaat.

Bupati tidak hanya melihat hasil akhir, tetapi juga memastikan bagaimana dapur SPPG dikelola dari hulu hingga hilir. Sebab menurutnya, kualitas dan keamanan makanan merupakan bagian yang tidak boleh ditawar dalam pelaksanaan program penyediaan gizi masyarakat.

Hanya saja dalam peninjauan tersebut, masih ditemukan sejumlah hal yang perlu segera dibenahi oleh pengelola SPPG. Di antaranya kondisi instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang dinilai belum layak dan belum sesuai ketentuan, serta pengelolaan sisa bahan makanan dan limbah pengolahan yang masih perlu diperbaiki.

Baca Juga  Ratusan Murid Baru di Padang Pariaman Diberi Seragam Sekolah

Selain itu, ditemukan pula sisa bumbu basah yang masih disimpan, serta minyak jelantah dan sisa hasil penggorengan yang membutuhkan penanganan dan pengelolaan lebih sesuai dengan prinsip keamanan pangan dan sanitasi.

Temuan tersebut menjadi perhatian serius Bupati. Ia meminta pengelola SPPG tidak memikirkan keuntungan semata, namun masalah kebersihan, sanitasi, dan pengelolaan limbah juga harus menjadi perhatian. Karena seluruh aspek tersebut berkaitan langsung dengan keamanan makanan yang dikonsumsi masyarakat.

“Jangan sampai kita kecolongan. Program ini menyangkut gizi dan kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, semua proses harus benar-benar kita pastikan aman, bersih dan sesuai standar,” tegas Bupati.