SINDOTIME.COM—Upaya penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kota Padang terus dipacu oleh Pemerintah Kota melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dengan pendekatan yang lebih terstruktur dan kolaboratif. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah penyelenggaraan Rapat Koordinasi dan Evaluasi Pencegahan serta Penanganan ATS Tahun 2026 di Gedung Youth Center pada Kamis (16/4).
Forum ini menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan data, merumuskan langkah taktis, sekaligus memperkuat komitmen lintas sektor agar seluruh anak mendapatkan hak pendidikan tanpa terkecuali.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, bersama perwakilan dari kecamatan, kelurahan, serta jajaran Disdikbud se-Kota Padang. Dalam pertemuan itu, ditekankan pentingnya integrasi data dan sinergi antarinstansi sebagai kunci dalam menekan angka ATS secara berkelanjutan.
Secara umum, capaian pendidikan di Kota Padang menunjukkan tren positif, tercermin dari Angka Partisipasi Kasar (APK) tingkat SD yang mencapai 110,54 persen dan SMP sebesar 110,29 persen. Namun demikian, persoalan anak yang tidak bersekolah masih menjadi tantangan serius.
Data Pusdatin Kemendikdasmen per 1 April 2026 mencatat sebanyak 6.615 anak masuk kategori ATS, mengalami penurunan dari sebelumnya 7.178 anak. Dari jumlah tersebut, sebanyak 153 anak telah berhasil kembali mengikuti pendidikan, baik melalui jalur formal maupun nonformal, yang menunjukkan bahwa intervensi yang dilakukan mulai membuahkan hasil.
Dalam arahannya, Maigus Nasir menegaskan bahwa isu anak putus sekolah tidak bisa dipandang sebatas angka statistik, melainkan harus dilihat sebagai persoalan masa depan generasi dan kualitas pembangunan daerah. Ia mengingatkan bahwa kemajuan fisik kota tidak akan berarti jika masih ada anak-anak yang kehilangan akses terhadap pendidikan.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pembangunan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan peningkatan daya saing global. Program unggulan seperti Padang Juara dan Smart Surau disebut sebagai bagian dari upaya mencetak generasi yang cerdas, berakhlak, dan mampu bersaing di tingkat internasional.
Pemerintah Kota Padang juga menetapkan target ambisius untuk menekan angka ATS hingga nol dalam empat tahun mendatang. Untuk jangka pendek, diharapkan tidak terjadi penambahan jumlah ATS sepanjang tahun 2026.











