SINDOTIME.COM–Suasana berbeda tampak di lantai II Balai Kota Lama Padang, Selasa (19/5). Di tengah jajaran pejabat Pemerintah Kota Padang, sebanyak 12 anak muda resmi menerima Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Kota Padang. Seluruh peserta merupakan Anak Tidak Sekolah (ATS) yang kini memperoleh kesempatan untuk membangun masa depan melalui pelatihan keterampilan.
Program tersebut ditujukan bagi anak muda usia 15 hingga 25 tahun yang putus sekolah. Mereka tidak hanya mendapatkan pelatihan teknis, tetapi juga pembinaan karakter kewirausahaan dan pengelolaan usaha, mulai dari perencanaan bisnis hingga strategi pemasaran.
Kepala Disnakerin Kota Padang, Ferry Ervyan Rinaldy, menjelaskan bahwa program PKW menjadi langkah awal yang penting bagi pengembangan sumber daya manusia di Kota Padang.
“Program PKW ini merupakan bentuk kerjasama antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dengan Dekranas,” ujar Kepala Disnakerin Kota Padang, Ferry Ervyan Rinaldy, Selasa siang.
Menurut Ferry, pelaksanaan PKW kali ini menjadi yang pertama di Kota Padang. Ia menilai program tersebut sebagai momentum penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif sekaligus membuka peluang baru bagi generasi muda.
“Jenis keterampilan yang dipilih pada program ini adalah membatik,” ujar Kadisnakerin.
Pemilihan keterampilan membatik dinilai relevan dengan berkembangnya potensi batik khas Minangkabau dan Kota Padang. Melalui pelatihan itu, pemerintah berharap lahir perajin-perajin muda yang kreatif dan mampu bersaing.
Salah seorang peserta, Ryuda Havis, mengaku antusias mengikuti pelatihan tersebut karena sesuai dengan minatnya di bidang seni. Remaja 18 tahun asal Lubuk Begalung itu mengatakan dirinya memang gemar melukis dan menggambar sejak lama.
“Sangat senang karena dari awal suka melukis dan menggambar,” ungkap lelaki usia 18 tahun itu.
Ryuda sebelumnya sempat menempuh pendidikan di tingkat SMP, namun harus berhenti sekolah karena berkebutuhan khusus. Ia datang mengikuti kegiatan didampingi ayahnya, Mario David.
“Harapan saya setelah ini batik lebih dikenal orang banyak,” ungkap Ryuda yang datang didampingi ayahnya, Mario David.
Peserta lainnya, Novita Rika, juga melihat program tersebut sebagai peluang untuk mengembangkan diri. Mantan mahasiswi jurusan Fisika di salah satu PTN itu berharap keterampilan yang diperoleh nantinya dapat menjadi modal membuka usaha batik sendiri.
“Akan dikembangkan nantinya jika sudah punya modal sendiri,” sebut wanita yang sempat kuliah di PTN jurusan Fisika itu.
Di sisi lain, Ketua DPW Asosiasi Business Development Services Indonesia (ABDSI) Sumatera Barat, Sepris Yonaldi, menilai para peserta membutuhkan pendampingan berkelanjutan agar mampu berkembang sebagai pelaku usaha muda.
“Nantinya kami akan bantu mengolah bisnis dan market para anak muda ini,” terangnya.
Ia menambahkan, program PKW sejalan dengan visi unggulan Pemerintah Kota Padang melalui program Padang Juara, terutama dalam upaya meningkatkan kapasitas ekonomi generasi muda.
Pada hari yang sama, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah juga meluncurkan program PKW secara nasional dari Kabupaten Cianjur. Kegiatan launching tersebut diikuti sejumlah daerah secara daring, termasuk Kota Padang.
Turut hadir dalam kegiatan itu Ketua Dekranasda Kota Padang Ny. Dian Puspita Fadly Amran, Wakil Ketua Dekranasda Ny. Srihayati Maigus Nasir, Ketua DW Kota Padang Ny. Nova Raju Minropa, Kepala Disdikbud Yopi Krislova, Kepala Bagian Prokopim Junie Nursyamza, Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Indra Noferi, serta sejumlah pejabat lainnya.(*/zoe)











