SINDOTIME.COM – Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman terus berupaya membangun masyarakat yang memiliki budaya membaca dan menulis. Salah satu langkah yang dilakukan yakni melalui penyelenggaraan Festival Literasi Kabupaten Padang Pariaman 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 9, 10, dan 12 November 2026.
Berpusat di halaman Kantor Bupati Padang Pariaman, festival selama tiga hari tersebut akan diisi dengan berbagai agenda menarik, mulai dari pertunjukan seni tradisional, kegiatan edukasi, diskusi literasi, hingga pemberian penghargaan kepada peserta berprestasi.
Kegiatan ini dirancang untuk membuka ruang bagi masyarakat dalam mengembangkan kreativitas sekaligus memperluas gerakan literasi. Pesertanya berasal dari berbagai kelompok, di antaranya anak-anak usia dini, guru, pegiat literasi, serta siswa SMP dan SMA.
Pembukaan festival pada Senin (9/11/2026) akan dimeriahkan dengan sejumlah pertunjukan budaya Minangkabau, seperti Tari Pasambahan dan Tari Indang. Selain itu, pengunjung juga dapat menyaksikan penampilan bertutur dari peserta yang berhasil meraih juara dalam perlombaan literasi.
Pada hari pertama tersebut, agenda juga mencakup pengukuhan Bunda Literasi tingkat kecamatan serta peluncuran buku yang dihasilkan melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepenulisan. Pemerintah daerah turut memberikan penghargaan kepada para pemenang lomba sebelum dilanjutkan dengan kunjungan ke berbagai stan pameran.
Tidak hanya menghadirkan pertunjukan dan pameran, panitia juga mengagendakan diskusi interaktif pada siang hari. Forum tersebut melibatkan ratusan pegiat literasi bersama perwakilan dari 17 kecamatan di Padang Pariaman untuk membahas berbagai pengalaman, ide, serta langkah strategis dalam memperluas gerakan literasi di daerah.
Berlanjut pada Selasa (10/11/2026), perhatian festival diarahkan pada pengenalan literasi kepada anak-anak usia dini. Sebanyak 150 peserta dari TK dan PAUD akan mengikuti kegiatan pembelajaran yang dikemas secara menarik melalui pertunjukan ventriloquis.
Metode tersebut dipilih agar anak-anak dapat mengenal literasi dengan cara yang menyenangkan, sehingga ketertarikan terhadap aktivitas membaca dan belajar dapat tumbuh sejak usia dini.
Masih pada hari kedua, panitia juga akan menggelar gelar wicara dengan tema “Peran Keluarga dalam Literasi Dasar untuk Anak”. Sekitar 100 peserta yang terdiri dari guru TK dan SD se-Kabupaten Padang Pariaman direncanakan mengikuti kegiatan tersebut.
Melalui forum ini, peserta akan diajak memahami bagaimana keluarga dan sekolah memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan membaca, sekaligus mengembangkan kemampuan dasar literasi anak.
Sementara itu, Kamis (12/11/2026) menjadi hari terakhir pelaksanaan festival yang akan diisi dengan penampilan kreativitas pelajar. Sejumlah karya seni akan ditampilkan, di antaranya musikalisasi puisi oleh para juara lomba, pertunjukan ventriloquis, serta peragaan seni rating sulaman oleh pemenang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N).








