SINDOTIME.COM – Program Putar Roda kembali hadir pada Jumat (6/11/2026). Kali ini, kegiatan tersebut menyasar beberapa nagari di Kecamatan Lubuk Alung guna memastikan pelaksanaan pembangunan sekaligus mengidentifikasi kebutuhan masyarakat untuk perencanaan tahun 2027.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Padang Pariaman, Dr. H. John Kenedy Azis tidak hanya memeriksa proyek yang tengah dikerjakan, tetapi juga melihat berbagai kondisi infrastruktur serta menampung usulan warga. Langkah ini dilakukan agar kebijakan pembangunan daerah disusun berdasarkan persoalan yang benar-benar ditemukan di lapangan.
Rombongan bertolak dari Pendopo Bupati Padang Pariaman dengan mengambil jalur Jalan Pariaman–Ketaping. Titik pertama yang didatangi berada di Nagari Aie Tajun, yakni lokasi pembangunan dua jembatan penyeberangan yang saat ini masih dalam tahap pengerjaan.
Setelah itu, rombongan bergerak menuju kawasan Pasar Lubuk Alung untuk memantau pekerjaan pembangunan drainase. Pada kedua lokasi tersebut, John Kenedy Azis memastikan proses pengerjaan dilaksanakan sesuai ketentuan, memenuhi standar kualitas, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Selain memeriksa proyek yang sedang berjalan, Bupati bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) turut mendatangi sejumlah titik yang sebelumnya diusulkan masyarakat untuk masuk dalam agenda pembangunan 2027. Peninjauan langsung ini menjadi bagian dari proses verifikasi guna menentukan kegiatan yang paling mendesak untuk direalisasikan.
Beberapa kebutuhan yang menjadi perhatian pemerintah daerah meliputi perbaikan infrastruktur jalan yang berpengaruh terhadap mobilitas dan aktivitas ekonomi, pembenahan jaringan irigasi yang menyebabkan lahan pertanian tidak dapat dimanfaatkan secara optimal, hingga pemulihan akses jalan yang mengalami kerusakan akibat bencana.
Kerusakan saluran irigasi serta fasilitas infrastruktur lainnya yang dipicu banjir dan tanah longsor juga menjadi persoalan yang perlu mendapatkan penanganan.
John Kenedy Azis mengingatkan agar setiap proyek pemerintah tidak hanya berorientasi pada penyelesaian pekerjaan. Menurutnya, aspek kepatuhan terhadap aturan, mutu pembangunan, dan kesesuaian dengan kebutuhan warga harus menjadi perhatian utama.
Ia menilai, program yang akan dimasukkan dalam perencanaan tahun 2027 perlu melalui pertimbangan matang, terutama dengan mengutamakan kegiatan yang memberikan manfaat luas dan memiliki pengaruh signifikan terhadap kehidupan masyarakat.
“Melalui kegiatan Putar Roda ini, kita bisa melihat secara langsung apa yang menjadi keinginan dan kebutuhan masyarakat. Kita ingin pembangunan yang dilaksanakan benar-benar memberikan manfaat, bukan sekadar menjalankan kegiatan,” ungkapnya.
Bupati juga menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh hanya mengandalkan laporan maupun perencanaan administratif dalam menentukan arah pembangunan. Kehadiran langsung di tengah masyarakat diperlukan agar persoalan yang dihadapi warga dapat dipahami secara utuh sebelum menetapkan kebijakan.












