EkBis

Harga Cabai Merah Keriting Belum Turun, Omzet Pedagang Anjlok hingga 50 Persen

×

Harga Cabai Merah Keriting Belum Turun, Omzet Pedagang Anjlok hingga 50 Persen

Sebarkan artikel ini
(foto : memi surtika/sindotime)

SINDOTIME.COM – Harga cabai merah keriting di Pasar Raya Padang masih belum menunjukan tanda-tanda penurunan. Pantauan sindotime.com pada Senin (2/11/2026), harga cabai keriting darek dijual Rp65.000 per kilogram. Sedangkan cabai Jawa mencapai Rp75.000 per kilogram.

Kondisi tersebut berdampak terhadap rendahnya daya beli masyarakat hingga menyebabkan omzet pedagang mengalami penurunan hingga lebih dari 50 persen. Tingginya harga cabai membuat masyarakat mulai mengurangi jumlah pembelian.

Salah seorang pedagang cabai di Pasar Raya Padang, Timah (43) mengatakan, kondisi penjualan komoditi cabai miliknya dalam beberapa waktu terakhir semakin sepi. Menurutnya, penurunan jumlah pembeli berpengaruh langsung terhadap pendapatan yang diperoleh setiap hari.

“Kalau dulu orang membeli cabai bisa sekilo atau setengah kilo, sekarang rata-rata hanya seperempat atau membeli Rp10 ribu saja. Sangat terasa penurunannya,” kata Timah (43) saat ditemui di lapaknya, Senin (2/11/2026).

Baca Juga  Sumbar Butuh Percepatan Penanganan Dampak Banjir dan Longsor

Ia menjelaskan, merah darek didatangkannya dari Kerinci dan cabai Jawa dari luar Sumbar. Menurut Timah, pasokan cabai dari petani sebenarnya mulai masuk dalam jumlah yang cukup banyak. Namun kondisi tersebut belum membuat harga jual mengalami penurunan.

Hal ini karena harga pembelian dari agen masih tergolong tinggi sehingga pedagang harus menyesuaikan harga jual agar tidak mengalami kerugian.

“Pasokan dari petani sebenarnya sudah mulai masuk lumayan banyak, tetapi modal beli kita di agen memang masih tinggi,” ujarnya.

Selain persoalan harga, sepinya pengunjung juga menjadi tantangan tersendiri bagi pedagang. Ia menilai penataan kawasan perdagangan turut memengaruhi aktivitas jual beli, terutama bagi pedagang yang berada di bagian dalam dan basement Pasar Raya Padang.

Menurutnya, jumlah pembeli yang masuk ke area tersebut semakin sedikit. Kondisi ini membuat pedagang yang berjualan di dalam pasar kesulitan mendapatkan pelanggan, meskipun mereka tetap membuka lapak setiap hari.

Baca Juga  Mulai Awal Tahun Depan, Pemprov Sumbar Terapkan Pemerintahan Digital Penuh

“Pembeli yang masuk ke dalam pasar makin sedikit. Kadang dari pagi sampai siang barang dagangan baru laku sedikit. Kami takut cabai busuk kalau terlalu lama tersimpan,” katanya.

Persoalan tersebut semakin dirasakan karena cabai merupakan komoditas yang tidak dapat disimpan terlalu lama dalam kondisi segar. Apabila tidak segera terjual, kualitas cabai dapat menurun dan berisiko mengalami kerusakan.

Bagi pedagang kecil, kondisi ini dapat menambah kerugian karena modal yang sudah dikeluarkan tidak seluruhnya kembali melalui penjualan.

Sementara itu, cabai hijau dijual sekitar Rp50.000 per kilogram. Harga komoditas tersebut menjadi bagian dari kebutuhan belanja masyarakat sehari-hari. Bagi konsumen rumah tangga, perubahan harga bahan dapur turut memengaruhi pengeluaran. Tidak sedikit pembeli yang akhirnya menyesuaikan jumlah belanja dengan anggaran yang tersedia.