SINDOTIME.COM-Banjir besar yang terjadi di Padang pada November 2025 tidak hanya meninggalkan dampak kerusakan, tetapi juga memicu respons cepat dari berbagai pihak, termasuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Di tengah keterbatasan akses pangan saat itu, SPPG hadir menyalurkan bantuan makanan bagi warga terdampak, membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang kesulitan memperoleh bahan pokok.
Hal tersebut disampaikan oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kota Padang, Raju Minropa, dalam kegiatan bertajuk Sinergi Ekonomi Kerakyatan dalam Mendukung Program Makan Bergizi Gratis yang berlangsung di Youth Center Kota Padang pada Rabu (22/4).
Ia menjelaskan bahwa langkah cepat SPPG saat bencana merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden, dengan fokus pada penyediaan makan siang gratis bagi masyarakat terdampak.
Menurut Raju, peran SPPG tidak berhenti pada fase tanggap darurat. Hingga saat ini, sudah terdapat sekitar 70 unit SPPG yang beroperasi dari total 172 yang direncanakan. Pemerintah Kota Padang menargetkan peningkatan jumlah tersebut menjadi 130 unit aktif pada akhir 2026, guna memperluas jangkauan layanan gizi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis lokal.
Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, bersama jajaran, serta perwakilan dari pemerintah daerah dan pelaku ekonomi seperti sektor perbankan dan UMKM. Kehadiran berbagai pihak ini mencerminkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat program pemenuhan gizi.
Perwakilan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Adib Alfikri, menekankan bahwa upaya pemulihan pascabencana tidak cukup dilakukan secara terpisah. Ia menilai program Makan Bergizi Gratis memiliki peran ganda: selain meningkatkan kesehatan masyarakat, juga mampu menjadi pendorong ekonomi rakyat.











