Nasional

Ini Kata MUI Terkait Perbedaan dalam Menentukan Awal dan Akhir Ramadhan

×

Ini Kata MUI Terkait Perbedaan dalam Menentukan Awal dan Akhir Ramadhan

Sebarkan artikel ini
ARAHAN : Ketua MUI, KH. Anwar Iskandar saat memberikan arahan dalam suatu kesempatan baru-baru ini.(mc riau)

SINDOTIME.COM-Perbedaan dalam menentukan awal dan akhir Ramadhan merupakan sesuatu yang lumrah dalam tradisi keilmuan Islam. Ini ditegaskan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Anwar Iskandar. Menurutnya, perbedaan tersebut lahir dari proses ijtihad, yakni upaya intelektual para ulama dalam memahami dalil dan metode penetapan kalender hijriah.

Karena bersifat metodologis dan teknis, perbedaan itu tidak menyentuh ranah prinsip akidah, sehingga tidak semestinya menjadi sumber perpecahan di tengah umat.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam Konferensi Pers Sidang Isbat Penetapan Awal Ramadan 1447 H yang digelar di Jakarta pada Selasa (17/2). Dalam kesempatan itu, KH. Anwar mengingatkan bahwa potensi perbedaan hari memulai atau mengakhiri puasa adalah keniscayaan.

Baca Juga  Bangun Kekompakan Tim Indonesia-Malaysia, ParagonCorp Gelar Liga Sepak Bola Paragonian

Namun, menurutnya, hal yang jauh lebih penting adalah menjaga persatuan dan membangun sikap saling memahami di antara sesama Muslim.

Ia juga menyoroti pentingnya kedewasaan dalam menyikapi perbedaan di tengah kehidupan berbangsa yang demokratis. Selama perbedaan tidak menyangkut pokok-pokok keimanan, hal tersebut justru mencerminkan kekayaan khazanah intelektual Islam yang luas dan dinamis.

Tradisi perbedaan pendapat dalam Islam, lanjutnya, adalah bagian dari warisan ilmiah yang telah berlangsung sejak masa para ulama terdahulu.

Baca Juga  Lewat Fellowship Jurnalisme Indonesia Emas PWI Usulkan Jurnalis Kompeten dapat Insentif