SINDOTIME.COM-Pemprov Sumbar melalui Dinas Pendidikan Sumbar melakukan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pusdiklat PT PLN (Persero) di Auditorium Gubernuran Sumbar, Rabu (17/6).
Kerja sama ini terkait pemakaian gedung PLN sebagai pusat pembelajaran bagi siswa SMA Agam Cendikia. Ini sebagai bentuk dukungan pihak PLN (Persero) untuk mendorong program pemerintah, dalam mendukung pengembangan dunia pendidikan di tanah air.
Kadisdik Sumbar, Habibul Fuadi pada kesempatan itu juga tidak menampik jika, Sumbar memang memiliki keterbatasan sumber daya. Terutama fiskal untuk membangun sekolah-sekolah yang ada di ranah Minang. Karena itu, sejak dua tahun lalu, juga sudah melakukan berbagai kerja sama termasuk dengan pihak PLN untuk memanfaatkan sarana unit sebagai sarana edukasi.
Seperti halnya SMA Agam Cendikia yang kini menjadi rujukan bagi masyarakat Sumbar. Karena dia menjadi sekolah boarding school dan juga ada program ketarunaan. Dan hingga kini tingkat kepercayaan masyarakat di sekolah tersebut juga sangat tinggi.
Apalagi, SMA Agam Cendikia ini juga sudah menunjukan berbagai prestasi, apakah itu prestasi akademik, ataupun akademik. Makanya, setiap tahunnya penerimaan siswa baru di sekolah tersebut dilakukan lebih awal dibandingkan dengan sekolah reguler.
“Ini menunjukan antusias masyarakat untuk memasukan anak-anak mereka ke sekolah tersebut cukup tinggi. Jadi dukungan yang diberikan PT PLN Persero selama ini untuk meminjamkan fasilitas dengan segala kelengkapannya, ini sesuatu yang tidak ternilai bagi Pemprov Sumbar,” kata Kadisdik Sumbar, Habibul Fuadi saat melakukan MoU dengan GM Pusdiklat PT PLN (Persero) di Auditorium, Rabu (17/6).
Maka, lanjutnya, Pemprov Sumbar berharap sinergi seperti ini, dalam jangka panjang hendaknya bisa terus semakin diperluas. Tidak saja dalam dukungan pemanfaatan fasilitas, namun juga berbagai peluang lainnya. Seperti misalnya, sebelumnya juga sudah dilakukan peningkatan kapasitas guru-guru bidang kelistrikan.
Karena para guru tersebut memang sangat membutuhkan ilmu tentang kelistrikan. Dan mereka berharap ada semacam up skilling untuk peningkatan kapasitas. Mengingat ilmu pengetahuan yang terus berkembang. Kalau ini tidak dilakukan, maka dikhawatirkan peserta didik nantinya akan tertinggal jika dibandingkan dengan sekolah-sekolah tetangga.
“Saat ini kita juga sedang menyusun jadwal untuk melakukan pembinaan guru-guru yang ada di sekitar ULT Lubuk Alung. Di mana, ini dilakukan di tiga daerah yakni, Padang, Padang Pariaman dan Sawahlunto,” kata Habibul Fuadi.












