Bukittinggi

Fortasi & Matamuda 2026 Ponpes Mu’allimin Muhammadiyah Pakan Sinayan, dari Ta’aruf menuju Prestasi

×

Fortasi & Matamuda 2026 Ponpes Mu’allimin Muhammadiyah Pakan Sinayan, dari Ta’aruf menuju Prestasi

Sebarkan artikel ini
(foto : ist)

SINDOTIME.COM-Tahun ajaran baru menjadi momentum penting bagi setiap Lembaga Pendidikan untuk menyambut murid baru. Semangat itu terlihat dalam pelaksanaan Forum Ta’aruf dan Orientasi (Fortasi) dan Masa Ta’aruf Murid Madrasah (Matamuda) tahun ajaran 2026-2027 di Pondok Pesantren Mu’allimin Muhammadiyah Pakan Sinayan Magek, Kabupaten Agam.

Kegiatan ini berlangsung selama 5 hari, pembukaannya dimulai hari Senin 13/7/2026 dan ditutup pada Jumat (17/7), yang diikuti oleh seluruh murid baru Tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA). Fortasi dan Matamuda ini menjadi Langkah awal bagi murid baru untuk mengenal lingkungan madrasah, kehidupan pesantren, budaya belajar, juga nilai-nilai ke-Muhammadiyahan yang menjadi ciri khas Lembaga Pendidikan tersebut.

Pembukaan kegiatan dilaksanakan di lapangan pesantren melalui upacara yang berlangsung khidmat. Seluruh peserta terlihat mengikuti rangkaian acara dengan penuh semangat. Kehadiran para guru, Pembina pesantren, siswa lainnya dan Pimpinan Ikatan Pelajar Muhammadiyah Pondok Pesantren (IPM) dan termasuk Pimpinan Pondok Pesantren menambah semarak kegiatan yang menjadi agenda rutin setiap awal tahun ajaran baru.

Baca Juga  Investor Diajak Benahi BTC, Lakukan Penataan Pasar Rakyat

Dalam sambutannya, Plt Kepala Madrasah Aliyah (MA), bapak Thasimin Simanullang, S.Ag, menegaskan bahwa Fortasi dan Matamuda bukan hanya sekedar pengenalan lingkungan madrasah. Lebih dari itu kegiatan tersebut merupakan bagian dari proses pembentukan karakter dan penanaman nilai-nilai yang akan menjadi bekal siswa selama menjalani pendidikan nantinya.

“Pesantren bukan hanya tempat mencari ilmu, tetapi tempat membentuk kepribadian. Disini para murid belajar tentang kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab, rasa kepedulian, hidup bermasyarakat dan terutama nilai-nilai Islam yang akan menjadi panduan atau pedoman dalam berkehidupan,” tuturnya.

Baca Juga  RSAM Bukittinggi Resmi Naik Kelas jadi Tipe A

Selama kagiatan tersebut, murid baru memperoleh berbagai bentuk materi yang berkaitan dengan kehidupan sebagai pelajar sekaligus menjadi santri. Materi yang diberikan meliputi pengenalan seluruh para guru pondok pesantren, tata tertib madrasah dan ke-asramaan, pengenalan kurikulum, pengenalan ektrakurikuler,, budaya literasi, wawasan ke-Muhammadiyahan sekaligus organisasi otonom yang berada dalam lingkup pesantren Muhammadiyah.

Selain itu, murid baru juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, membangun kebiasaan ibadah yang baik, serta menumbuhkan semangat dalam belajar. Materi disampaikan secara interaktif sehingga peserta tidak hanya mendengarkan, tetapi juga terlibat dalam diskusi dan berbagai aktifitas kelompok.