Bukittinggi

SMPN 2 Bukittinggi Sambut Meriah Sosialisasi CBP Rupiah dari BI

×

SMPN 2 Bukittinggi Sambut Meriah Sosialisasi CBP Rupiah dari BI

Sebarkan artikel ini
(foto : smpn 2 bukittinggi)

SINDOTIME.COM—SMPN 2 Bukittinggi menjadi salah satu sekolah yang mendapat kunjungan Tim Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumatera Barat dalam kegiatan sosialisasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah, Jumat (12/6). Kegiatan ini berlangsung meriah, edukatif, dan penuh antusiasme.

Sejak pagi, seluruh tim Bank Indonesia telah dinanti di gerbang sekolah oleh pihak sekolah. Kedatangan rombongan disambut hangat dengan tabuhan tambua khas Minangkabau, lalu bersama-sama diiringi menuju aula sekolah. Penyambutan tersebut menjadi simbol penghormatan sekaligus semangat kebersamaan dalam membangun literasi keuangan bagi generasi muda.

Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Kepala SMPN 2 Bukittinggi, Yessy Suryanty, M.Pd., yang menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran Tim Bank Indonesia di sekolahnya. Ia menegaskan bahwa edukasi tentang rupiah sangat penting ditanamkan kepada siswa sejak dini agar tumbuh kesadaran untuk menjaga dan menghargai mata uang bangsa sendiri.

Selanjutnya, Pengawas Sekolah Endang Susilawati, M.Pd. turut berbagi pengalamannya saat berkesempatan mengikuti kegiatan bersama Bank Indonesia hingga ke Peruri (Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia). Menurutnya, pengalaman tersebut memberinya pemahaman lebih mendalam tentang proses pencetakan uang dan besarnya tanggung jawab masyarakat dalam menjaga rupiah agar tetap layak edar.

Baca Juga  Ini Tujuh Pos Pelayanan Lebaran Idul Fitri 1447 H di Bukittinggi

Setelah sambutan dari Pengawas Sekolah, Muhammad Ridwan selaku perwakilan Bank Indonesia menyampaikan tujuan dari kegiatan sosialisasi tersebut. Ia menjelaskan bahwa program Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah merupakan upaya Bank Indonesia untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya pelajar, agar lebih peduli terhadap uang rupiah.

Dalam pemaparannya, Muhammad Ridwan juga menjelaskan bagaimana proses panjang pembuatan uang rupiah, mulai dari perencanaan desain, pencetakan di Peruri, pengawasan kualitas, hingga proses distribusi ke seluruh wilayah Indonesia melalui jaringan Bank Indonesia. Ia menekankan bahwa setiap lembar uang yang beredar membutuhkan proses, tenaga, dan biaya yang besar.

Baca Juga  Evaluasi Kondisi Pengelolaan Pasar, Tingkat Pemanfaatan Fasilitas Perdagangan

“Masih banyak uang rupiah yang rusak akibat kebiasaan yang kurang tepat, seperti melipat, mencoret, atau meremas uang. Padahal, untuk menghasilkan dan mendistribusikan uang hingga sampai ke tangan masyarakat membutuhkan proses panjang dan biaya yang tidak sedikit. Karena itu, menjaga rupiah adalah bentuk cinta kepada bangsa,” ujar Muhammad Ridwan.

Kegiatan ini juga disambut antusias  oleh Anifa Yulia, S.Pd., guru IPS SMPN 2 Bukittinggi, yang selama ini aktif terlibat dalam berbagai program edukasi bersama Bank Indonesia. Kehadirannya menjadi penghubung penting dalam memperkuat literasi keuangan di lingkungan sekolah.

Sosialisasi inti kemudian disampaikan oleh Mbak Zahra dengan penuh semangat dan interaktif. Ia mengajak siswa memahami cara mengenali ciri-ciri keaslian uang rupiah, pentingnya merawat uang dengan baik, serta menumbuhkan rasa bangga menggunakan rupiah dalam kehidupan sehari-hari.